SuaraJogja.id - Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diprediksi masuk dalam lima provinsi dengan tujuan pemudik paling banyak. Prediksinya sebanyak 3,9 juta pemudik akan masuk ke DIY pada momen Lebaran nanti.
Puncak arus mudik diperkirakan berkisar antara 28, 29, hingga 30 April 2022 mendatang. Namun hingga hari ini atau H-3 Lebaran, kondisi arus lalu lintas di DIY belum menunjukkan lonjakan yang signifikan.
Dirlantas Polda DIY Kombes Pol Iwan Saktiadi menilai kondisi tersebut akibat sudah adanya masyarakat yang melaksanakan mudik lebih dulu. Sehingga prediksi pemudik sebanyak 3,9 juta itu sudah terpecah lebih dulu.
"Bisa jadi 3,9 juta terprediksi itu mereka tersebar dari mulai tanggal 23 (April) kemarin karena pemerintah sudah membuka pintu, sinyal untuk mudik. Sebab disarankan untuk tidak menumpuk pada 28-29 (April) ini," kata Iwan kepada awak media, Jumat (29/4/2022).
Kendati demikian, Iwan tetap memastikan tetap memantau perkembangan arus lalu lintas mudik yang ada. Namun diharapkan arus lalu lintas di wilayah tetap lancar hingga beberapa hari ke depan.
"Harapan kita masyarakat betul-betul memanfaatkan waktu itu. Sehingga sampai dengan hari ini indikatornya adalah tidak ada penumpukan di ruas ruas jalan yang ada di Yogyakarta," ungkapnya.
Ia memastikan hingga saat ini belum ada peningkatan secara signifikan dari sisi kendaraan yang melintas ke DIY hingga sekarang.
"Tidak ada peningkatan yang signifikan. Ya semoga saja ini akan berlangsung terus tidak ada penambahan arus yang sesuai dengan yang kita prediksikan sehingga kondisi lalu lintas secara keseluruhan di Yogyakarta masih cukup terkendali," ujarnya.
Berita Terkait
-
Bisa Mudik Lagi Setelah Dua Tahun Dilarang, Pemudik di Terminal Pulogebang: Alhamdulillah Gak Pake Travel Gelap Lagi
-
Simak Info Tarif Tol Jakarta Merak Lengkap, untuk Mudik Lebaran 2022
-
Lalu Lintas Jalur Nagreg Terpantau Padat Dampak Keramaian dari Limbangan Garut
-
Cerita Pemudik Asal Jombang: Kemacetan Bukan Halangan Demi Lepas Rindu pada Orangtua
-
Kecelakaan Beruntun di Kilometer 95 Tol Tangerang-Merak, Polisi: Tidak Ada Korban Jiwa
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Bumi Sudah Melewati Batas Perjanjian Paris, Ancaman Krisis Iklim Tak Lagi Sekadar Ramalan
-
Belajar dari Gempa 2006, Jogja Memang Istimewa dalam Menangani Bencana
-
20 Tahun Gempa Jogja Mulai Terlupakan, Ancaman Megathrust Masih di Depan Mata
-
Berkas Kasus Daycare Little Aresha Rampung Pekan Depan, Rekonstruksi Tertutup Menyusul
-
Efisiensi Anggaran Paksa Seniman Bertahan Mandiri, Pemda DIY Prioritaskan Agenda Pusat