Eleonora PEW | Muhammad Ilham Baktora
Kamis, 05 Mei 2022 | 20:30 WIB
Lulu Susilowati, korban angin puting beliung memberi keterangan saat ditemu di Kampung Sanggrahan, Semaki, Umbulharjo, Kota Jogja, Kamis (5/5/2022) malam. - (SuaraJogja.id/Muhammad Ilham Baktora)
Sejumlah warga dan Tim BPBD Kota Yogyakarta melakukan asesmen bangunan roboh di Kampung Sanggrahan, Semaki, Umbulharjo, Kota Jogja, Kamis (5/5/2022) malam. - (SuaraJogja.id/Muhammad Ilham Baktora)

Singgih menyebutkan bahwa angin kencang tersebut masuk jenis puting beliung. Pasalnya sebelum insiden terdapat gumpalan awan dan terjadi di waktu siang atau sore.

"Kejadian seperti ini biasa terjadi musim pancaroba. Ini sudah mulai berkurang hujannya dan akan masuk ke musim kemarau. Kemungkinan ini masih ada, tapi tidak bisa diprediksi," kata dia.

BPBD meminta agar masyarakat tetap mewaspadai cuaca saat ini. Selain itu pohon-pohon rawan tumbang segera dilaporkan untuk dilakukan asesmen oleh tim BPBD.

Selain rumah roboh, lanjut Singgih ada sekitar 20 bencana pohon tumbang dan juga atap rumah yang terbang akibat angin puting beliung, Kamis sore ini.

Load More