SuaraJogja.id - Kematian jurnalis wanita Al Jazeera, Shireen Abu Akleh menjadi sorotan dunia saat penggerebekan di Jenin, Tepi Barat yang diduduki selama serangan Israel. Wartawati Palestina-Amerika itu tewas setelah mendapat luka tembakan.
Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengatakan bahwa otoritas Israel harus bertanggung jawab penuh atas kematian wartawati veteran Shireen Abu Akleh.
"Kami tidak sudi melakukan investigasi gabungan dengan otoritas pendudukan Israel sebab mereka melakukan kejahatan dan karena kami tidak percaya pada mereka," kata Abbas saat upacara resmi mengenang Abu Akleh di Ramallah, dikutip dari Antara, Kamis (12/5/2022).
Dia menambahkan, bahwa Otoritas Palestina (PA) akan segera ke Mahkamah Pidana Internasional untuk mengejar para pelakunya.
Sementara Israel sendiri, sedang melakukan investigasi untuk mencari siapa pembunuh perempuan kelahiran Yerusalem tersebut.
Mereka berpendapat bahwa ada seorang pria bersenjata Palestina yang kemungkinan melepaskan tembakan brutal saat penggerebekan di Jenin, Tepi Barat.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
Terkini
-
Garin Nugroho Singgung Peran Pemerintah: Film Laris, Ekosistemnya Timpang
-
Soal Rehabilitasi Lahan Pascabencana di Sumatra, Kemenhut Butuh Waktu Lebih dari 5 Tahun
-
Rotasi Sejumlah Pejabat Utama di Polda DIY, Ini Daftarnya
-
Sampah Organik Milik Warga Kota Jogja Kini Diambil Petugas DLH, Simak Jadwalnya
-
DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai