SuaraJogja.id - Timnas U-23 Indonesia kembali raih hasil manis dalam laga lanjutan fase Grup A SEA Games 2021. Dalam laga tersebut skuad Garuda Muda berhasil permalukan Filipina dengan skor telak 4-0 tanpa balas.
Gol pertama Timnas U-23 Indonesia diciptakan oleh Muhammad Ridwan usai mendapatkan umpan manis dari Egy Maulina Fikri.
Anak asuh Shin Tae-yong berhasil menambah keunggulan melalui sundulan Rizky Ridho setelah menerima umpan dari tendangan bebas Syahrian Abimanyu. Skuad Garuda Muda kembali menambah pundi-pundi golnya melalui sepakan keras Egy Maulana Vikri.
Di babak kedua, Shin Tae-yong menarik beberapa pemainnya dan memasukkan Irfan Jauhari, Marselino Ferdinan, Ronaldo Kwateh, dan Rio Fahmi.
Masuknya Irfan Jauhari dan 3 pemain muda lainnya, membuat serangan Timnas lebih antraktif lagi. Terbukti berkat kecepatannya, Ronaldo Kwateh dilanggar di kotak terlarang oleh bek Filipina.
Indonesia mendapatkan hadiah penalti, sebagai algojo Marselino Ferdinan berhasil menyarangkan bola ke gawang Filipina. Hingga peluit panjang akhir babak kedua dibunyikan, tak ada tambahan gol yang tercipta.
Dalam laga tersebut, permainan skuad Garuda Muda alami peningkatan yang cukup bagus. Lini tengah yang diisi oleh Ricky Kambuaya, Marc Klok, dan Syahrian Abimanyu tampak lebih rapi dan tenang.
Namun kesalahan passing dan build-up yang kurang rapi menjadi PR besar yang harus dipecahkan oleh Shin Tae-yong agar permainan Timnas U-23 Indonesia lebih baik lagi.
Kemenangan Timnas U-23 Indonesia atas Filipina membuat para penggemar sepak bola tanah air bukan main senangnya. Sontak kabar tersebut menjadi viral dan trending di media sosial (medsos).
Baca Juga: Timnas Basket 3x3 Indonesia Cetak Sejarah, Bungkam Filipina di Penyisihan SEA Games 2021
"Kesalahan Filipina selalu menekan dari sisi kanan pertahanan Indonesia, entah bagaimana tim analisisnya, entah salah prediksi atau kurang mengerti, mereka tidak menduga mungkin kalau sisi kanan Indonesia di jaga Asnawi si 'tanker full blade armor'," tulis seorang pengguna Twitter.
"Bujang PSSI makin meresahkan, setelah arhan, asnawi, dewangga, witan, egy. Skr ada Ridwan yg mulai shinning shimmering splendid. Kaum rahim anget, siap2 nih membanjiri ig ridwan #TimnasDay," tambah netizen lainnya.
"Terlepas dari skor yang meyakinkan. Permainan kita masih jauh dari kata memuaskan. End passing kita masih kurang sempurna, cara build up pun masih kurang rapi. Sekelas Asnawi, Kambuaya, dan Witan masih sering salah kontrol bola," ungkap yang lain.
"Asnawi memang paket komplit. Kuat bertahan, jempolan dalam menyerang. Namun hanya ada satu Asnawi di Indonesia. Back upnya di Timnas kelompok umur belum sepadan," komentar seorang netizen.
Kontributor: Moh. Afaf El Kurniawan
Berita Terkait
-
Timnas Basket 3x3 Indonesia Cetak Sejarah, Bungkam Filipina di Penyisihan SEA Games 2021
-
Kocak! Momen Witan Sulaeman Tertangkap Kamera 'Pegang' Alat Vital Striker Timnas Filipina
-
Timnas Indonesia U-23 Bantai Filipina, Shin Tae-yong Dielu-elukan Suporter di Stadion Viet Tri
-
Bantai Filipina, Penampilan Timnas Indonesia U-23 Diklaim Membaik
-
Detik-detik Witan Sulaeman Bikin Pemain Filipina Meringis, Publik Heboh: Serius Diremas?
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
Terkini
-
Bumi Sudah Melewati Batas Perjanjian Paris, Ancaman Krisis Iklim Tak Lagi Sekadar Ramalan
-
Belajar dari Gempa 2006, Jogja Memang Istimewa dalam Menangani Bencana
-
20 Tahun Gempa Jogja Mulai Terlupakan, Ancaman Megathrust Masih di Depan Mata
-
Berkas Kasus Daycare Little Aresha Rampung Pekan Depan, Rekonstruksi Tertutup Menyusul
-
Efisiensi Anggaran Paksa Seniman Bertahan Mandiri, Pemda DIY Prioritaskan Agenda Pusat