SuaraJogja.id - Hari libur, pastinya digemari oleh para siswa, apalagi kalau libur panjang di akhir pekan long weekend. Saking inginnya mendapatkan long weekend, siswa ini melakukan hal konyol di kalender sekolah yang ada di kelas. Kira-kira apa ya yang dilakukannya?
Kisah unik siswa ini diunggah oleh akun Instagram @duniangakak. Pasalnya demi mendapatkan momen hari libur panjang dirinya berani mengubah warna tanggalan di kelas. Dengan menggunakan bantuan lem dan kertas berisi angka berwarna merah, ia mengganti angka tanggalan di bulan Mei 2022 yang berwarna hitam dengan warna merah.
Tujuannya agar mendapatkan libur di tanggal 17 Mei, sehingga dirinya bisa libur 4 hari dari tanggal 14 Mei sampai 17 Mei 2022. Video ini pun mendapatkan banyak tanggapan dari warganet.
Banyak warganet yang merasa heran mengapa para siswa itu ingin mendapatkan banyak hari libur atau tanggal merah. Padahal selama pandemi Covid-19 2 tahun lalu, mereka mendapatkan kesempatan tidak masuk sekolah alias harus belajar secara online.
“Wah mereka masih kurang aja libur 1 tahun waktu pandemi hehehe,” canda warganet.
“Ide yang sangat mantap patric. Buat merah semua aja bang wkwkwk,” balas warganet.
“Yang tanggalan merah di bawah tidak bisa dibohongi,” kata warganet.
“Woy pas Covid-19 kemarin kan kita dapet tanggal merah selama setahun,” ujar warganet.
“Giliran udah sekolah, malah pengen libur lagi. Heran aku,” ungkap warganet.
“Pinter banget. Maksudnya biar liburan terus gitu ya?” tanya warganet.
“Ayok mas mba kita kerjakan cara ini,” komentar warganet sambil menandai akun teman-temannya.
“Belum ngerasain aja pahitnya tanggal merah semua,” tulis warganet.
“Entar giliran libur setahun nangis. Sekalian aja dibuat merah tuh kalender,” ucap warganet.
“Thank tutorialnya, sepertinya patut untuk dicoba,” ujar warganet lain.
“Wokeh. Sepertinya patut dicoba ini,” imbuh warganet.
Video ini pun mendapatkan 2.938 likes, dan 61 komentar dari warganet. Meski video ini unik dan lucu, sepertinya tidak disarankan untuk ditiru di sekolah. Sebab peraturan di sekolah berbeda-beda.
Dikhawatirkan saat kamu mencoba melakukan itu di sekolah, malah mendapatkan hukuman dari guru. Jadi, kalau bisa jangan dicoba cara unik ini ya.
Kontributor : Dinar Oktarini
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Donny Warmerdam Dipastikan Masuk DSP PSIM Yogyakarta saat Hadapi Bali United
-
Warga Jogja War Penukaran Uang Baru, Rela Antre Online demi THR Lebaran
-
Diskresi atau Pidana? Saksi Ahli Buka Fakta Baru di Kasus Hibah Pariwisata Sleman
-
Waspada Link Undangan Palsu, APK Berbahaya Curi OTP dan Data
-
Singgung Prabowo Trah Sultan HB II, Tuntut Pengembalian Aset Jarahan Geger Sepehi 1812 dari Inggris