SuaraJogja.id - Nama Elkan Baggott masuk long list nama pemain yang dibawa oleh Shin Tae-yong pada pagelaran SEA Games 2021 di Vietnam. Namun hingga Timnas Indonesia U-23 kalah dari Thailand di partai semifinal SEA Games Kamis, (21/5/2022).
Banyak publik yang berspekulasi bahwa Shin Tae-yong melakukan blunder usai menyertakan nama Elkan Baggott ke dalam skuad Timnas Indonesia U-23 SEA Games.
Dari 5 pemain abroad timnas yang didaftarkan ke SEA Games cabang olahraga (cabor) sepak bola, hanya Elkan Baggott yang tidak muncul dan bergabung dengan skuad Garuda Muda. Selebihnya nama-nama seperti Witan Sulaeman, Saddil Ramdani, Asnawi Mangkualam dan Egy Maulana Vikri tampil di ajang tersebut.
Meskipun pada kenyataannya Asnawi Mangkualam tidak bisa memperkuat Timnas di laga perdana lawan Vietnam dan Saddil Ramdani harus kembali ke klubnya usai membela Indonesia di dua laga awal babak penyisihan Grup A dan kembali memperkuat Timnas pada babak semifinal.
Namun hingga laga semifinal yang mempertemukan Indonesia dan Thailand sosok Elkan Baggott tak kunjung bergabung dengan skuad Garuda Muda, padahal PSSI kerap meyakinkan kepada publik bahwa Elkan Baggott akan menyusul rekan-rekannya ke Vietnam.
Tercatat selama SEA Games berlangsung, Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi sudah 2 kali memberikan keterangan mengenai Elkan Baggott.
Pada tanggal 7 Mei usai Indonesia kalah dari tuan rumah Vietnam Yunus Nusi memberikan keterangan bahwa Elkan Baggott belum dilepas oleh klubnya. Lalu pada tanggal 13 Mei jelang laga Indonesia lawan Filipina, Yunus Nusi mengatakan jika pihaknya meminta Elkan Baggott untuk datang ke Hanoi, Vietnam. Tapi tidak ada tanda-tanda mengenai kedatangannya hingga menjelang laga semifinal yang mempertemukan Indonesia dan Thailand.
Pada sesi jumpa pers usai laga semifinal SEA Games antara Indonesia vs Thailand, Shin Tae-yong turut menyebut nama Elkan Baggott. Menurut pria yang berkebangsaan Korea Selatan tersebut, tidak adanya Elkan Baggott membawa dampak besar terhadap strategi yang ingin dia terapkan di SEA Games kali ini.
"Hari ini Indonesia kekurangan sosok pemimpin seperti Elkan Baggott. Dia memiliki peran yang besar dalam skema permainan kami. Absennya Elkan memberikan dampak yang besar bagi mentalitas dan juga permainan kami," kata Shin Tae-yong.
Baca Juga: Firza Andika Minta Maaf ke Pemain Thailand Setelah Diberi Kartu Merah Karena Pelanggaran
Tidak bergabungnya Elkan Baggott dengan skuad Garuda Muda di SEA Games 2021 Vietnam membuat publik bertanya-tanya.
"Lantas, jika sejak awal tahu Baggott tidak bisa datang ke SEA Games 2021, mengapa Shin Tae-yong mendaftarkan namanya? Apalagi sejak awal Shin Tae-yong tahu bahwa Baggott belum pasti bergabung dengan Timnas Indonesia. sehingga menambah pemain yang pasti saja dapat memanfaatkan kuota pemain," kata salah seorang netizen.
"Seharusnya elkan bilang gabisa dateng dri jauh-jauh hari biar ga ke pilih, sty kan mikir nya, liga di sono udh mau selesai makanya di pilih, eh ternyata ada masalah kesehatan," kata netizen satunya.
"Kasian juga bek tengah gaada secara stamina pasti paling capek posisi satu satunya yang ga pernah ada di ganti turnamen kemaren," ungkap netizen lainnya.
Kontributor : Moh. Afaf El Kurnia
Berita Terkait
-
Krisis Pemain, Shin Tae-yong Akui Kesulitan Tentukan Pemain Timnas Indonesia U-23 Hadapi Malaysia
-
SEA Games 2021: Dayung Indonesia Tambah 3 Emas Terakhir dari Kano/kayak
-
Warganet Indonesia Serang Akun Media Sosial Pemain Thailand, Mano Polking Ingatkan Soal Pemenang dan Pecundang
-
Lifter Indonesia Rahmat Erwin Abdullah Pertahankan Emas SEA Games
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Bumi Sudah Melewati Batas Perjanjian Paris, Ancaman Krisis Iklim Tak Lagi Sekadar Ramalan
-
Belajar dari Gempa 2006, Jogja Memang Istimewa dalam Menangani Bencana
-
20 Tahun Gempa Jogja Mulai Terlupakan, Ancaman Megathrust Masih di Depan Mata
-
Berkas Kasus Daycare Little Aresha Rampung Pekan Depan, Rekonstruksi Tertutup Menyusul
-
Efisiensi Anggaran Paksa Seniman Bertahan Mandiri, Pemda DIY Prioritaskan Agenda Pusat