SuaraJogja.id - Dalam kunjungannya ke Indonesia, Mesut Ozil, mantan pemain timnas Jerman yang berhasil mempersembahkan gelar juara Piala Dunia untuk negaranya memberikan masukan dan saran untuk kemajuang sepak bola Indonesia.
Menurut Ozil, Pemerintah dan PSSI harus berani untuk melakukan investasi besar-besaran dan membangun infrastruktur yang bagus agar sepak bola tanah air bisa berkembang pesat.
Mesut Ozil menyoroti perkembangan sepak bola di Indonesia. Menurut pemain yang memeluk agama Islam itu, di Indonesia sepak bola semakin berkembang. Namun Ozil menggaris bawahi jika perkembangannya tidak sesuai dengan infrastruktur yang ada juga akademi sepak bola yang minim.
Justru itu Ozil menyarankan agar Pemerintah dan PSSI bekerjasama untuk mengeluarkan uang yang lebih banyak lagi untuk membangun infrastruktur dan menciptakan akademi sepak bola. Karena kedua hal tersebut menurut Ozil akan sangat mendukung terhadap perkembangan Indonesia ke depannya.
Diketahui, kedatangan Mesut Ozil ke Indonesia karena memiliki agenda bisnis. Selama di Indonesia, terlihat jika dirinya melakukan serangkaian kegiatan seperti berkunjung ke kantor Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenparekraf) dan juga menyambangi pabrik sepatu Concave yang terletas di Cikupa, Tanggerang.
Menanggapi saran Mesut Ozil agar pemerintah membangun infrastruktur dan akademik sepak bola, netizen memberikan komentar pedas kepada pihak PSSI. Para netizen merasa pesimis mengenai saran dari Ozil akan didengar dan direalisasikan oleh PSSI.
"Saya cukup yakin Pemerintah pasti mau banget bangun infrastruktur, masalahnya ada di @PSSI dan club2 yang ga mau berubah, masalah selanjutnya ada di pemain yang ga sadar mereka adalah atlet," ungkap salah seorang netizen.
"Dari jamannya Beberapa klub besar dan Pep ke Indonesia juga sudah memberi saran seperti itu kepada PSSI dan pemerintah, cuma entah kenapa belum terealisasi aja sampai detik ini," komentar netizen yang lain.
"Udah banyak yg nyaranin tp ya tetep aja Zil Orang-orang di dalam PSSI tuh kagak tau bola, taunya proyek dan cuan...... ," kata netizen satunya.
"Mohon jangan cuma di baca aja seperti koran tapi di pertimbangkan jika ingin prestasi ya @PSSI @iriawan84 soalnya yg kasih saran bukan anggota DPR tapi pesepakbola sukses dan hebat," kata netizen lainnya.
Kontributor : Moh. Afaf El Kurnia
Berita Terkait
-
Media Vietnam Soroti Konflik PSSI dan Shin Tae-yong soal Booking Lapangan
-
Kenakan Peci, Mesut Ozil Sempatkan Diri Salat Jumat di Masjid Istiqlal: Terima Kasih Sudah Menerima Saya
-
4 Karakter Pria yang Bisa Membuat Kamu Sakit Hati, Suka Mengatur!
-
8 Moment Mesut Ozil ke Indonesia, Bertemu Sandiaga Uno hingga Dikenalkan ke Anak Angkat Cristiano Ronaldo
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Beredar 24 Nama Terseret Kasus BGN, Kuasa Hukum Sony Sonjaya: Nama Itu Sudah Diserahkan ke Penyidik
Pilihan
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
Terkini
-
Kemarau Panjang Mengintai, Penyakit dari Flu, Iritasi Mata hingga Dehidrasi Ancam Warga Bantul
-
8 Orang Diperiksa dalam Kasus Dugaan Malapraktik, Dua Dokter RSUD Prambanan Dimintai Keterangan
-
Shafiyah Journey & Expo 2026 Bakal Hadir di Jogja: Jadi Ruang Terpadu Gaya Hidup Islami
-
Persulit Usulan Gelar Pahlawan HB II, Trah Sultan Gugat UU Gelar dan Tanda Jasa ke MK
-
Kenaikan Harga Pertamax Picu Efek Domino, Akademisi Desak Pemerintah Evaluasi Subsidi BBM