SuaraJogja.id - Sambil menyaksikan konser musik dan pertunjukan, pastikan untuk menjaga smartphone atau ponsel. Sebab, kalau tidak dijaga dengan baik maka ponsel bisa hilang atau mengalami kerusakan seperti warganet yang satu ini.
Biasanya ketika konser berlangsung, panitia penyelenggara sengaja menyiramkan air ke penonton konser. Hal ini dilakukan untuk mengurangi suhu panas yang ada di kerumunan konser terlebih kalau acara dilakukan di siang hari atau kerumunan penonton sangat padat.
Dengan begitu suhu bisa tetap terjaga, dan tidak terjadi penonton yang pingsan atau kelelahan karena kepanasan.
Akan tetapi, ketika proses penyiraman air terjadi penonton harus tetap waspada seperti menjaga ponsel agar tidak terkena percikan air dan tidak rusak seperti potret warganet yang diposting oleh akun @dramamusik.official ini.
Ceritanya ada warganet yang menonton konser Tulus di sebuah acara. Selama acara warganet beserta penonton lain mengangkat ponselnya ke atas karena ingin merekam setiap momen konser di HP mereka.
Setelah itu panitia menyiramkan air ke penonton konser. Air itu disiram secara merata ke penonton termasuk warganet itu. Hasilnya HP warganet ini pun rusak. Tampak kamera video mengalami kerusakan setelah tersiram air, sehingga tidak dapat mengambil gambar dengan baik.
“Biaya htm konser: 100k. Biaya servis hp: 200k+disuruh ganti lcd,” tulis akun tersebut.
Potret warganet yang HP-nya rusak ketika menonton konser mendapat banyak komentar dari warganet. Banyak yang menyalahkan warganet itu karena tidak menyimpan ponsel saat menyaksikan konser.
“Makanya kalau nonon konser jangan main HP. Nikmatin konsernya,” ujar warganet.
Baca Juga: Menikmati Konser Slank dan Kla Project Bersama Warga Ende, Jokowi Ucapkan Terima Kasih
“Masih aja dipake rekam, sudah tau bakal disiram,” ucap warganet.
“Akibat mabok media sosial. Makanya kalau nonton konser itu dinikmati musiknya bukan sibuk medsosnya hahaha,” sindir warganet.
“Gua kalau tiap nonton konser outdoor itu pasti bawa plastik buat jaga-jaga bungkus HP takut kalau hujan atau kena air seperti video ini,” saran warganet.
“Ini bisa menjadi pembelajaran untuk kedepannya siapin plastik pelindung HP yang biasa digunain abang-abang ojol,” pesan warganet.
Hingga kini video warganet ponselnya rusak ketika menonton konser, mendapatkan 12,5 ribu likes serta 355 komentar dari warganet.
Kontributor : Dinar Oktarini
Berita Terkait
-
Menikmati Konser Slank dan Kla Project Bersama Warga Ende, Jokowi Ucapkan Terima Kasih
-
Pria Ini Rela Panggul Kekasih Saat Nonton Konser, Warganet Salah Fokus Dengan Ekspresi Dan Peluhnya
-
Malam Ini, Ayu Ting Ting Hingga Judika Meriahkan Road To Kilau Raya 2022
-
Konser Musik di Bandung Tetap Bisa Dibubarkan Meski Telah Kantongi Izin jika...
-
Pemkot Bandung Akhirnya Bolehkan Konser Musik, Izin dari Kepolisian Tetap Jadi Syarat
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Bedah Buku 'Muslim Ahmadiyah dan Indonesia' di UKDW Yogyakarta: Bukti Resiliensi dan Cinta Tanah Air
-
Penjualan Hewan Kurban di Sleman Lesu, Pedagang Keluhkan Penurunan Omzet
-
Petani Jogja Makin Terjepit! Biaya Angkut dan Karung Mahal Gegara BBM Naik, Kesejahteraan Merosot
-
Diduga Keracunan Makanan Pamitan Haji, 43 Warga Sleman Alami Diare dan Demam
-
Menyambut Derby DIY di Super League Musim Depan, Bupati Sleman: Hilangkan Rivalitas Tidak Sehat