SuaraJogja.id - Selain menggunakan mesin seperti foto copy, ternyata ada cara lain untuk mencetak atau menggandakan dokumen kertas dengan mudah. Misalnya dengan melakukan cara yang unik dan lebih hemat listrik seperti ini.
Biasanya untuk mencetak selembaran atau buku menggunakan mesin foto copy, karena dengan mesin tersebut mampu melakukannya hingga ribuan lembar dalam waktu beberapa menit atau beberapa jam saja.
Akan tetapi ada sesuatu yang unik dilakukan oleh pria ini. Seperti yang diunggah oleh akun @tutorteknik bukannya menggunakan mesin foto copy untuk mencetak lembaran malah menggunakan alat cetak sablon.
Alat berbentuk kotak kayu yang di bagian tengah terdapat alas berwarna putih.Alat cetak sablon sering digunakan untuk mencetak baju, spanduk atau material yang berbahan kain atau yang warna rata.
Cara kerjanya pun hampir sama dengan cara mencetak sablon baju. Template tulisan sudah dipasang di bagian alas tengah yang sudah disiram oleh tinta hitam Lalu kertas diletakkan di bagian bawah alas.
Berikutnya tinta yang ada di atas alas tadi digeser secara vertikal, dari atas ke bawah dan tulisan pun akan muncul di kertas. Cara yang sama dengan cara mencetak sablon baju.
Meski begitu cara ini cukup cepat dan dari video terlihat kalau proses cetak hanya memakan waktu beberapa detik saja.
“Se-manual itu ya guys ya. Kalau sampai sekarang masih pakai itu bagaimana menurut kalian,” tulis akun tersebut di kolom komentar.
Warganet yang melihat video ini pun langsung memberikan reaksi. Ada yang memberi komentar lucu, ada pula yang menjelaskan kalau cara tersebut memang pernah dilakukan khususnya saat mesin fotocopy belum banyak dipakai.
“Tukang fotocopy menangis melihat ini hahaha,” canda warganet.
“Mesin fotokopinya auto sungkem,” imbuh warganet.
“Gak pake listrik. Cuma pakai rokok sama nasi portugal,” ucap warganet.
“Di SMP saya dulu pernah ada mesin kaya gitu. Warnanya kuning dari baja semua. Cuma sekarang sudah gak bisa dipake,” kenang warganet.
“Loh itu kan pekerjaan biasa tukang cetak di daerah Pagarsih, Bandung. Dulu mahasiswa kalau ada kegiatan buat kop surat atau brosur juga pakai sablon manual gitu,” balas warganet lain.
Video mencetak selebaran kertas, dengan memakai cetak sablon manual itu mendapatkan 14,5 ribu likes serta 415 komentar dari warganet.
Berita Terkait
-
Pria Ini Tunjukkan Uang Kiriman Ibunya yang Diletakkan di Dalam Karung Beras, Netizen Ikut Mewek Dengar Ceritanya
-
Jessica Iskandar akan Perlihatkan Wajah dan Ungkap Nama Bayinya, Netizen Salfok ke Kaki: Kelihatan Banget Baby Bulenya
-
Make Up Wanita Ini Luntur saat Buat Konten Berenang, Netizen: Gua Kira Rohnya Keluar
-
Nicholas Saputra Gigit Bibir saat Kepergok Dansa dengan Perempuan, Netizen Cemburu
-
Aksi Ibu-ibu Buat Gaduh hingga Dibentak Pembeli Lain karena Masalah Makanan, Netizen: Niat Komplain malah Malu-maluin
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Kenaikan Harga Pertamax Picu Efek Domino, Akademisi Desak Pemerintah Evaluasi Subsidi BBM
-
Baru 58 SPPG di Sleman Kantongi SLHS, 35 Dapur MBG Berhenti Sementara
-
Digeruduk Masa Akibat Pelayanan Lambat, Pemkab dan BPN Sleman Sepakati Evaluasi Besar
-
Penyelenggara Event di Jogja Ketar-ketir,Imbas Rupiah Melemah dan BBM Naik
-
Harga Pertamax Naik, Pekerja Bergaji UMR di Jogja Kian Terjepit