Scroll untuk membaca artikel
Muhammad Ilham Baktora
Selasa, 14 Juni 2022 | 17:15 WIB
Kepala Puskesmas Seyegan, Ratih Susila memberi keterangan kepada wartawan di Puskesmas Seyegan, Kabupaten Sleman, Selasa (14/6/2022). [Muhammad Ilham Baktora/Suarajogja.id]

"Karena remaja putri ini, besok calon menikah dan calon ibu. Berawal dari remaja putri ini yang mengalami anemia, berpotensi melahirkan anak bayi yang stunting. Kita beri tablet tambah darah," ujar dia.

Calon pengantin di wilayah Seyegan juga diberikan edukasi terhadap kesiapan sebelum melahirkan dan memiliki anak. Mulai dari edukasi kebutuhan gizi dan psikologi.

Ratih juga menyoroti bahwa terjadinya kasus stunting di wilayahnya, disebabkan salah satunya kebersihan air di rumah warga. Dalam sampel yang dilakukan puskesmas masih ditemukan bakteri E Coli.

"Ternyata betul, jadi balita yang gizinya buruk dan stunting, setelah dites kandungan [air] E Coli-nya tinggi," ujar dia.

Baca Juga: Kesehatan Anak Jadi Prioritas, Puskesmas Seyegan Ramah Anak Luncurkan Program Selasa Ceria

Setelah ditelusuri, memang kondisi rumah warga ini dekat dengan kandang sapi dan kambing. Sehingga cukup rawan tercampurnya dengan bakteri.

"Kita berupaya agar lingkungan warga ini lebih bersih, mungkin jika ada program bedah rumah. Yang jelas kita koordinasikan dengan pihak pemerintah untuk perbaikan sanitasinya," kata dia.

Load More