SuaraJogja.id - Kehidupan orang-orang yang bertetangga memang beragam. Ada yang saling tertutup ada pula yang kerap melakukan berbagai kegiatan yang terkadang dianggap tidak bisa dilakukan oleh orang-orang yang bertetangga.
Misalnya saja video yang diunggah oleh akun Instagram @kulinernyamnyam. Akun ini memposting video perilaku bertetangga yang dianggap unik. Dalam video yang ia buat warganet ini memamerkan kalau ada beberapa kegiatan unik yang dilakukan oleh tetangganya.
Pertama tetangganya kerap kali mencuci piring bersama dan dilakukan di luar rumah. Berikutnya mereka pernah melakukan agenda masak dan makan bersama. Caranya dengan menggelar tikar di jalanan perumahan lalu membawa kompor ke area tersebut.
Di tengah jalan mereka asyik memasak dan menyantap makanan bersama-sama, dilanjutkan dengan berbincang-bincang. Malam harinya tidak kalah seru.
Di malam hari, kebersamaan mereka semakin kompak. Masih di tengah jalan perumahan, mereka memanggang daging, nugget dan bakso lalu kembali dimakan bersama-sama. Terkadang dalam acara tersebut mereka pernah memberi kejutan ulang tahun ke salah satu tetangga.
Bapak-bapak pun sampai pernah bermain game konsol bersama di tengah jalan hingga larut malam. Selain melakukan aktivitas bersama-sama di tengah jalan, hal unik lain yang dilakukan oleh para tetangga adalah menyanyikan lagu arisan PKK ketika mengadakan pertemuan arisan.
“Kerandoman tetangga gue check. Makan bareng-bareng. Cuci piring habis makan. Barbeque malem-malem, memberikan surprise ulang tahun ke suami. Kumpul-kumpul tengah jalan. Nyanyi lagu arisan PKK dan bapak-bapak main PS di tengah jalan,” tulis warganet di keterangan video.
Meski dianggap random, ternyata respon warganet yang menyaksikan video tersebut malah mendapat pujian. Mereka salut karena melihat kekompakan para tetangga-tetangga itu.
“Akrab banget. Kalau di tempat gue, CCTV semua kelilingnya,” ucap warganet.
“Asli orang merantau, jauh keluarga. Ini sebagai pelipur lara, kalo ada uang ngikutin, kalo ga ada uang tetap dipaksa ikut makan. Asli tetangga ku baik-baik banget, rejeki banget punya tetangga baik-baik yang luar biasa,” ungkap warganet.
“Enak tetangga begitu, rasa solidaritas tinggi, jadi nyaman dan ga ngerasa sendiri,” imbuh warganet.
“Tetangga gw juga begitu, gelaran depan rumah ngeliwet bareng-bareng, piknik bareng-bareng, jalan-jalan ngebolang bareng,” tutur warganet.
Potret tetangga yang kompak itu mendapatkan respon yang cukup positif, karena mendapatkan 3.851 likes dan puluhan komentar dari warganet.
Kontributor : Dinar Oktarini
Berita Terkait
-
Toyota Fortuner Terlempar saat Dicuci, Warganet: Nyuci 50 Ribu, Perbaikan 25 Juta
-
Pria Ini Diserbu Warganet Usai Posting Video Kocok Penis Monyet: Mencari Tawa Tak Perlu Siksa Hewan
-
Pria Diduga Sengaja Buang Beras ke Jalan Demi Modus Berharap Belas Kasihan, Malah 'Ditertawakan' Warganet
-
Viral Curhat Warganet, Pagar Rumahnya Dijadikan Tempat Jemur Bantal Guling Oleh Tetangga, Ternyata Banyak yang 'Relate'
-
3 Karakter Buruk Tetangga dan Cara Menghadapinya
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Bumi Sudah Melewati Batas Perjanjian Paris, Ancaman Krisis Iklim Tak Lagi Sekadar Ramalan
-
Belajar dari Gempa 2006, Jogja Memang Istimewa dalam Menangani Bencana
-
20 Tahun Gempa Jogja Mulai Terlupakan, Ancaman Megathrust Masih di Depan Mata
-
Berkas Kasus Daycare Little Aresha Rampung Pekan Depan, Rekonstruksi Tertutup Menyusul
-
Efisiensi Anggaran Paksa Seniman Bertahan Mandiri, Pemda DIY Prioritaskan Agenda Pusat