- PT KAI Daop 6 Yogyakarta mencatat 126.326 wisatawan asing menggunakan kereta pada Januari hingga Juni 2026.
- Jumlah penumpang mancanegara tersebut mengalami kenaikan sebesar tujuh persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
- Stasiun Yogyakarta menjadi titik keberangkatan dan kedatangan dengan aktivitas wisatawan asing tertinggi sepanjang semester pertama 2026.
SuaraJogja.id - Minat wisatawan mancanegara menjelajahi Yogyakarta dan Solo menggunakan kereta api terus meningkat. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta mencatat 126.326 wisatawan asing menggunakan layanan kereta api sepanjang Januari–Juni 2026, atau naik 7 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang mencapai 117.312 penumpang.
Lonjakan tersebut mempertegas posisi Yogyakarta sebagai pintu masuk utama wisatawan mancanegara yang memilih moda transportasi massal untuk mengakses berbagai destinasi wisata di DIY, Solo, dan sekitarnya.
Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, mengatakan peningkatan jumlah penumpang asing didorong oleh kenyamanan perjalanan, kemudahan akses, serta konektivitas kereta api dengan destinasi wisata unggulan.
"Kami melihat minat dari wisatawan asing terutama dari kawasan Asia Tenggara dan Eropa dalam memilih transportasi massal yang aman, nyaman, dan terintegrasi," kata Feni.
Data KAI menunjukkan Stasiun Yogyakarta menjadi stasiun dengan aktivitas wisatawan asing tertinggi. Selama semester pertama 2026, tercatat **63.693 WNA berangkat dari stasiun tersebut, sementara 62.633 WNA tiba di Yogyakarta.
Di bawahnya terdapat Stasiun Solo Balapan dengan 6.619 keberangkatan dan 6.549 kedatangan, disusul Stasiun Lempuyangan dengan 5.278 keberangkatan dan 5.574 kedatangan. Sementara Stasiun Wates, Klaten, dan Purwosari juga mencatat ratusan penumpang asing sepanjang periode tersebut.
Melihat tren positif tersebut, KAI Daop 6 berupaya meningkatkan kualitas layanan bagi wisatawan internasional. Berbagai pembenahan dilakukan, mulai dari penyediaan aplikasi pemesanan tiket berbahasa Inggris, peningkatan informasi wisata di stasiun, hingga pelatihan khusus bagi petugas layanan terdepan.
Selain itu, KAI juga memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dan pelaku industri pariwisata untuk memperluas konektivitas transportasi sekaligus meningkatkan daya tarik destinasi wisata di Yogyakarta, Solo, dan wilayah sekitarnya.
"Kami terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah serta para pemangku kepentingan pariwisata guna mengoptimalkan program promosi bersama dan memperluas konektivitas moda transportasi publik," ujar Feni.
Baca Juga: Jumlah Penumpang KRL Jogja-Solo 'Membludak' Usai Dua Stasiun Baru Dibuka
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
Terkini
-
Kasus Asusila di Ponpes Sleman: Eks Pengurus Ditetapkan Tersangka, Keberadaannya Masih Misterius
-
Dari Pintu ke Pintu, Mantri BRI Dewi Natalia Bantu Pedagang Lampung Akses Pembiayaan
-
Anggaran Minim, BPBD DIY Geser Alokasi Atasi Bencana di Jogja
-
Indonesia Dikepung Lima Bencana, Jusuf Kalla Sebut Lingkungan Rusak oleh Kita Sendiri
-
5 Tahun Holding UMi, Sinergi BRI, Pegadaian, dan PNM Dorong UMKM Bertumbuh