SuaraJogja.id - Untuk memperingati hari ulang tahun (HUT) Jogja, yang jatuh pada 7 Oktober, PT. Fery Agung Corindotama (Feraco) akan mempersembahkan event berskala nasional bertajuk "Jogja Fair 2022", di Daerah Istimewa Yogjakarta (DIY). Event ini diharapkan akan menjadi ikon baru dan etalase promosi berbagai produk unggulan, peluang investasi, pesona pariwisata, dan hiburan yang dimiliki Kota Yogyakarta.
Event berkelas yang memadukan dari segi bisnis, edukasi, dan hiburan ini akan dihelat di Jogja Expo Center, rencanaya pada pertengahan tahun 2022.
Direktur Utama PT. Feraco, Moch Ruslim mengatakan, dalam Jogja Fair 2022, akan ada pameran perdagangan multi-produk, pariwisata, investasi, serta kegiatan atraksi seni budaya.
"Tak hanya bermaksud untuk meningkatkan pendapatan daerah dan perekonomian masyarakat, event tersebut juga diharapkan bisa meningkatkan apresiasi dan partisipasi masyarakat dalam pelestarian dan pengembangan budaya daerah," ujar Ruslim, Sabtu (25/6/2022), dalam keterangan tertulisnya.
Jogja Fair 2022 sekaligus jadi salah satu rangkaian perayaan HUT Kota Yogyakarta ke-266 tahun ini.
"Gelaran Jogja Fair 2022 merupakan wujud komitmen Feraco dalam memberikan pelayanan terbaik dan profesional kepada para mitra dan klien. Konsep event yang kami persembahkan ini diharapkan juga mampu mendongkrak kondisi ekonomi yang sempat jeblok karena pandemi Covid-19," imbuhnya.
Tidak sekadar event pameran biasa, sederet artis penyanyi lintas generasi bakal tampil menghibur dalam panggung musik Jogja Fair 2022. Musisi yang bakal tampi tersebut diantaranya, Ipang Lazuardi, Anwar Powerslaves, Gatz Ungu, Jikun dan Ovy /rif, Axl, Yuki Pas Band, Boby Berliandika jebolan X-Factor hingga Riffy Putri.
Dalam beberapa waktu ke depan, PT. Feraco bakal mengumumkan lebih banyak penampil bagi panggung musik di Jogja Fair 2022.
"Selain panggung musik dan pameran, Jogja Fair 2022 juga akan menghadirkan forum bisnis, talkshow, bazar UKM hingga fashion show, kompetisi e-sport, festival budaya dan kuliner, hingga festival musik perkusi dan marching band," ujar Ruslim.
Jogja Fair 2022 event perdana, yang bakal rutin digelar setiap tahun pada 6 - 9 Oktober tersebut akan membuka harga tiket mulai Rp200 ribu (early bird) dan harga normal Rp250 ribu.
Baca Juga: 3 Destinasi Wisata Jogja yang Penuh Histori dan Menegangkan
Sebagai informasi, PT Feraco merupakan perusahaan MICE di Indonesia dan memulai kiprahnya sebagai penyelenggara event sejak tahun 1996.
Berita Terkait
-
UMKM dan Pelaku Seni Betawi Ramaikan Acara 495 Jakarta Hajatan
-
HUT Astra ke-65, Astra dan RAN Berkolaborasi dalam Theme Song Selalu Bersama
-
Perayaan Hari Ulang Tahun Kota Garut ke-209 Ditunda, Bupati: Kami Tunduk pada Arahan Pemerintah Pusat
-
Peringatan HUT Jateng ke-71, Begini Ajakan Gubernur Ganjar pada Masyarakat
-
HUT ke-56, Telkom Apresiasi Inovator Muda sebagai Pengembangan Talenta Digital Indonesia
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Honda Vario 160 Teranyar Dikabarkan Meluncur Akhir Bulan Ini, Tampang Lebih Agresif
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Baru 58 SPPG di Sleman Kantongi SLHS, 35 Dapur MBG Berhenti Sementara
-
Digeruduk Masa Akibat Pelayanan Lambat, Pemkab dan BPN Sleman Sepakati Evaluasi Besar
-
Penyelenggara Event di Jogja Ketar-ketir,Imbas Rupiah Melemah dan BBM Naik
-
Harga Pertamax Naik, Pekerja Bergaji UMR di Jogja Kian Terjepit
-
Hasil Audit Kasus Dugaan Malapraktik Balita, RSUD Prambanan Sebut Tak Ada Kelalaian Medis