SuaraJogja.id - Pengunjung Pantai Drini, Kapanewon Tanjungsari Gunungkidul mendadak heboh. Minggu (3/7/2022) petang, rombongan wisatawan asal Sukoharjo Jawa Tengah tersapu gelombang tinggi saat berfoto bersama di tepi pantai, tepatnya di sebelah timur pintu masuk kapal.
Akibatnya, dua orang wisatawan terseret ombak pantai tersebut ke tengah. Seorang berhasil dievakuasi oleh petugas dan seorang lagi masih dalam pencarian. Namun meskipun berhasil di evakuasi, wisatawan berjenis perempuan tersebut telah meninggal dunia.
Kasi Humas Polres Gunungkidul, AKP Suryanto menuturkan, peristwa naas tersebut terjadi sekira pukul 17.00 WIB. Saat itu Pantai Drini memang tengah dipadati oleh pengunjung. Petugas SAR sibuk memperingatkan kepada wisatawan agar tidak mandi di laut dan jangan terlalu ke tengah ketika main air.
"Jadi saat itu ada kecenderungan gelombang mulai meningkat ketinggiannya," tutur dia, Minggu malam.
Baca Juga: Tersambar Petir, Tekong Jatuh dan Hilang di Laut Puring Kebumen
Namun nampaknya himbauan petugas tidak terlalu digubris oleh sejumlah wisatawan. Mereka tetap asyik bermain air dan bahkan ada yang nekat ke tengah. Termasuk juga wisatawan asal Sukoharjo Jawa Tengah, rombongan dari kedua korban.
Rombongan asal Sukoharjo tersebut sudah beberapa kali diingatkan oleh petugas agar tidak terlalu ke tengah dan menghindari area berbahaya di timur pintu masuk kapal. Sebab, di lokasi tersebut gelombang tinggi dapat langsung masuk ke 'teluk' pantai Drini.
"Jadi upaya petugas sudah tidak kurang lagi mengingatkan wisatawan," papar dia.
Benar saja, ketika mereka tengah asyik berfoto berombongan, tiba-tiba ada gelombang tinggi yang menghantam mereka. Dua orang wisatawan langsung terseret ombak ke tengah, sementara yang lainnya berhasil menyelamatkan diri dan bisa ke daratan.
Dua orang yang terseret ombak ke tengah tersebut adalah Rini Hastuti (45} warga Jati Kwarasan 01/01 Kwarasan Grogol Jawa Tengah dan Fajar Budi Prakoso (25) warga Candi 01/011 Cemani Grogol Jawa Tengah. Keduanya terseret hingga ke tengah laut dan tenggelam.
Baca Juga: Ajak Anak Istri Mudik Naik Sampan dari Jembrana ke Banyuwangi, Pemudik Ini Hilang di Laut
"Ada petugas SAR yang mengetahuinya dan langsung berusaha memburu kedua wisatawan tersebut," terang Suryanto
Tim SAR berhasil mendekati salah satu korban dan melemparkan ban pelampung ke dia. Rini Hastuti berhasil mereka evakuasi ke daratan dengan menggunakan perahu.
Naas, meski Rini berhasil ditarik ke darat, nyawanya tidak selamat akibat terlalu banyak meminum air. Sementara satu orang lainnya bernama Fajar Budi Prakoso masih dalam pencarian tim SAR.
Kontributor : Julianto
Berita Terkait
-
Penuh Harapan, Mendiang Kim Sae Ron Sempat Ganti Nama dan Rampungkan Syuting Ini
-
Siapa Tania Citra Yasmine? Selebgram Cantik yang Meninggal Dunia, Baru Menikah 7 Bulan!
-
Calvin Verdonk: Ayah Saya dari Sumatera, tapi Hilang 27 Tahun
-
Pesawat Hilang di Alaska Ditemukan: 3 Tewas, 7 Terjebak
-
Duka di Awal 2025, 4 Artis Indonesia Ini Meninggal Dunia
Terpopuler
- PIK Tutup Jalan Akses Warga Sejak 2015, Menteri Nusron: Tanya Maruarar Sirait
- Honda PCX Jadi Korban Curanmor, Sistem Keyless Dipertanyakan
- Lolly Banjir Air Mata Penuh Haru saat Bertemu Adik-adiknya Lagi: Setiap Tahun Saya Tidak Pernah Tahu...
- Ketajaman Jairo Beerens: Bisa Geser Posisi Romeny, Struick hingga Jens Raven
- Tangis Indro Warkop Pecah Dengar Ucapan Anak Bungsu Dono Soal HKI: Ayah Kirim Uang Sekolah Walau Sudah Tiada!
Pilihan
-
Akhiri Piala Asia U-20 2025: Prestasi Timnas Indonesia U-20 Anjlok Dibanding Era STY
-
Bak Bumi dan Langit! Indra Sjafri Redup, Dua Orang Indonesia Ini Bersinar di Piala Asia U-20 2025
-
Megawati Hangestri Cetak 12 Poin, AI Peppers Tekuk Red Sparks 3-0
-
Pekerjaan Terakhir Brian Yuliarto, Mendikti Saintek Baru dengan Kekayaan Rp18 M
-
Sanken Tutup Pabrik di RI Juni 2025
Terkini
-
Upaya Tekan Kasus Kemiskinan, Kulon Progo Luncurkan BPNT APBD 2025
-
Prabowo Bentuk Danantara, Tokoh Kritik Jokowi Jadi Dewas: 'Tuntut Diadili, Kok Jadi Pengawas?'
-
Cegah Antraks Masuk Bantul, Pasar Hewan dan Kandang Ternak Diawasi Ketat
-
Sita Kursi dan Meja, Satpol PP Tertibkan PKL Bandel di Kotabaru Yogyakarta
-
Tak Perlu Panik Buying jelang Ramadan, Harga Pangan di Kulon Progo Terkendali