SuaraJogja.id - Kasus pelecehan seksual atau sexual harassments kian hari kian marak di Indonesia. Adapun setiap orang berpotensi menjadi korban pelecehan seksual yang kini terjadi tanpa memandang tempat, seperti di lembaga pendidikan, jalan, hingga di angkutan umum kota (Angkot) sekalipun.
Terbaru, kejadian kurang mengenakan dialami oleh seorang wanita yang diduga menjadi korban pelecehan seksual saat dirinya tengah naik sebuah angkot 44 jalur Stasiun Tebet ke arah Kuningan pada Senin (04/07/2022).
Insiden tersebut langsung menarik perhatian publik setelah sebuah video diunggah oleh akun Instagram @infokomando.official pada Kamis (07/07/2022).
Berdasarkan video yang diunggah, terdengar seorang wanita tengah merekam salah satu penumpang pria di dalam angkot yang diduga pelaku tindakan pelecehan seksual.
Dari video yang beredar, terduga pelaku yang mengenakan jaket berwana biru dan sebuah kaca mata itu duduk di bangku penumpang paling pojok.
Tampak pria yang mengenakan masker putih itu sempat menyembunyikan tangan kanannya di balik tas yang dipangku.
Sebelumnya, diduga wanita tersebut duduk bersebelahan dengan terduga pelaku. Hingga pada suatu kesempatan tiba-tiba tangan kanan milik pria tersebut meraba tubuh bagian depan milik wanita tersebut.
Hingga akhirnya wanita tersebut langsung berpindah tempat duduk dan mulai merekam pria mesum tersebut melalui ponsel miliknya.
Terdengar wanita yang mengaku korban sempat memperingati penumpang lain untuk mewaspadai pria terduga pelecehan di angkot tersebut dengan nada terisak.
Baca Juga: Studi: Jadi Korban Pelecehan Seksual, Perempuan Lebih Berisiko Alami Hipertensi
"Hati-hati jangan deket-deket dia mbak. Sumpah saya tadi duduk deket situ dipegang-pegang, mbak. Kurang ajar lho. tangannya di balik tas gitu," kata wanita dalam video itu, dilansir SuaraJogja.id pada Kamis (07/07/2022).
Hingga rekaman video tersebut berakhir, tampak tak ada satupun penumpang di dalam angkot yang berusaha menolong dan menenangkan wanita tersebut yang tampak ketakutan hingga suaranya terdengar bergetar.
Sontak hal tersebut pun langsung menuai beragam komentar dari warganet. Warganet menyayangkan, sikap kurang perduli dari penumpang lain saat melihat kejadian tersebut.
"Kita ini sudah krisis keperdulian terhadap sesama, sedih. Penegak hukum yang belum benar-benar tegak juga menjadi salah 1 faktor dimana korban berubah peran menjadi tersangka," tulis @amatusysyakura.
"Udah rusak adab dan kepedulian kita, beda dengan yang dulu," tulis @tifa.s.k.
"Harusnya ada yang mau bergerak buat menolong. 1 orang aja mau bergerak mulai menolong, itu pelaku pasti bisa ketangkep," tulis @susantojojo.
Berita Terkait
-
Videonya Sempat Viral, Korban Pelecehan Seksual di Nol Kilometer Laporkan Pelaku ke Polresta Yogyakarta
-
ISESS Kritik Kelambatan dan Ketidakmampuan Polisi Melakukan Upaya Persuasif di Kasus Pelecehan Seksual Anak Kiai Jombang
-
Kasus Pelecehan Seksual di Ponpes Shiddiqiyyah Jombang Belum Bisa Dituntaskan, Ketua DPR Dukung Proses Hukum
Terpopuler
- Cara Aktifkan Fitur End-to-End Encryption WhatsApp, Pastikan Obrolan Rahasiamu Bebas Sadap
- 4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan
- Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja
- 5 Sepatu Jalan Lokal Tanpa Tali yang Nyaman dan Anti Jebol Menurut Review
- 9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Tuan Rumah JCWF & Munas DPP PUTRI 2026, Loman Park Hotel Dorong Sinergi Wellness-Pariwisata
-
Perempuan Tak Punya Pilihan Berhenti Haid, Pajak Pembalut 11 Persen Dinilai Nodai Keadilan Gender
-
Kota Jogja Vs Gunungkidul: Jarak Kualitas Hidup Ini Ternyata Masih Jauh!
-
Dinkes Sleman Catat 112 Kasus Leptospirosis hingga Oktober 2026, Dua Meninggal Dunia
-
BRI Hadirkan Keistimewaan Pendidikan Anak bagi Nasabah Private dan Prioritas