SuaraJogja.id - Sebuah video yang memperlihatkan momen dimana panitia kurban mengabaikan seorang laki-laki yang sudah rela antre panjang hingga desak-desakan dengan warga lain mendadak jadi sorotan publik.
Peristiwa ini dibagikan oleh sebuah akun Instagram @rumpi_gosip pada Senin (11/7/2022).
Dalam unggahan video yang dibagikan, memperlihatkan lokasi pembagian daging kurban yang tengah ramai dipenuhi oleh puluhan warga yang tengah mengantre untuk mendapatkan bagian daging kurban.
Tampak dua baris berjajar antrean warga memanjang ke belakang yang tak diketahui ujungnya.
Sementara di hadapan para warga tampak sejumlah plastik kresek berwarna putih yang diduga berisi daging kurban yang siap dibagikan ke warga yang mengantre.
Tampak seorang pria setengah baya mengenakan setelah celana biru tua dan baju koko panjang berwarna biru muda bergantian membagikan plastik kresek tersebut satu per satu kepada warga.
Awalnya aksi pembagian daging kurban tersebut berjalan dengan lancar. Setiap warga yang sudah mengantre langsung di berikan daging secara bergantian sesuai dengan antrean.
Namun, saat tiba antrean seorang pria muda mengenakan pakaian trendi dan rapi, paduan antara kemeja berwarna putih panjang dan sebuah kaca mata hitam bertengger di kerah baju milik pemuda tersebut.
Tiba-tiba bapak-bapak yang bertugas membagikan daging kurban tersebut justru tampak mengabaikan sekaligus melewati pemuda tersebut begitu saja.
Baca Juga: Teknik Rendam Daging Sapi dengan Nanas, Bikin Daging Sapi Empuk
Bapak-bapak tersebut justru membagikan plastik-plastik berisi daging kurban tersebut kepada warga yang mengantre di belakangnya.
Tampak bapak-bapak tersebut memerintahkan pemuda itu untuk segera mundur. Namun pria tersebut tetap kekeuh meminta bagian daging kurban untuknya.
Sementara itu, bapak-bapak tersebut tetap mengacuhkan pria tersebut yang masih tampak kebingungan, lantaran ia telah mengantre lama, saat tiba gilirannya justru dilewati begitu saja.
Sontak unggahan tersebut pun menuai beragam komentar dari warganet. Kebanyakan warganet mengecam tindakan kurang mengenakan yang dilakukan bapak-bapak pembagi plastik berisi daging kurban tersebut.
"Siapapun kalo sudah ikut ngantre, apalagi antre yang sangat panjang, harusnya dikasih aja. Mau kelihatan kaya atau tidak itu urusan hati mereka," tulis @sri.sumiyati78.
"Yang mampu boleh menerima daging qurban juga, ga harus miskin atau fakir syaratnya," tulis @edhos_etiawan.
Berita Terkait
-
Hendak Jadi Hewan Kurban, Sapi Ini Malah Kabur ke Sungai
-
Manfaat Kayu Manis, Bisa Turunkan Kolesterol Usai Makan Daging Kurban
-
Anak Main Game Selama 8 Hari 8 Malam, Orang Tua Mencak-mencak sampai Hancurkan Komputer Warnet
-
Resep Sop Daging Sapi Simpel Bumbu Rempah yang Lezat
-
Panitia Kurban Terjatuh Saat Sapi Dibaringkan, Warganet: Bapaknya Mau Ikut Jadi Kurban
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Puluhan Tangki Tiap Musim Kemarau Tak Selesaikan Masalah, Warga Kemesu Minta Pencarian Sumber Air
-
Ramai Wisatawan Dipalak Saat Foto di Plang Malioboro, UPT Tertibkan Fotografer
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Kekeringan di Gunungkidul, Warga Kemesu Terpaksa Jual Ternak Demi Beli Air
-
Chemistry Keisya Levronka dan Paul Aro Warnai Film 'Dan Bandung', Bakal Berperan Jadi Siapa?