SuaraJogja.id - Banyak sekali jajanan Korea yang dijual saat ini. Sebab popularitas jajanan Korea makin kencang seiring banyak penyuka Kpop dan drama Korea. Berikut ini jajanan Kore populer 2022 yang kami rangkum.
Masakan Korea sebagian besar berbahan beras, mi, tahu, sayuran, dan daging.
Makanan tradisional Korea dikenal dengan makanan sampingan yaitu banchan yang dimakan dengan nasi putih dan sup atau kaldu.
Sementara itu setiap makanan dilengkapi dengan banchan yang cukup banyak.
Makanan Korea biasanya dibumbui dengan minyak wijen, doenjang, kecap, garam, bawang putih, jahe, dan saus cabai atau gochujang.
Berikut ini jajanan Korea populer:
1. Oden
Oden merupakan makan rebus di dalam kuah atau dashi. Bahan dasar Oden dari katsuobushi, kombu, dan kecap asin.
Di dalam kuah yang direbut itu ada berbagai olahan. Semisal lobak, konnyaku, telur rebus, chikuwa, dan chikuwabu.
Kini di oden banyak dijual di pinggir jalan di Indonesia. Sebab Oden termasuk jajanan makanan ringan.
2. Gimbab
Gimbab mirip sushi dari Jepang. Bahan untuk membuat gimbap adalah nasi, daging dan sayuran.
Sebelum digulung, nasi putih dibumbui garam dan minyak wijen atau minyak perilla. Isinya pun beragam, mulai dari ikan, daging kepiting, telur, daging iga sapi, kimchi, keju, tuna dan sebagainya.
Sementara itu dicampurkan ketimun, bayam, wortel dan danmuji (acar lobak). Setelah semua isi digulung, biasanya diiris pisau sampai 8 potongan seukuran gigitan.
Di Korea, gimbap populer sebagai makanan yang dibawa piknik, hiking atau aktivitas lain di luar ruangan.
3. Sundae
Sundae hidangan Korea yang umumnya dibuat dengan merebus atau mengukus usus sapi atau daging babi yang diisi dengan berbagai bahan.
Masyarakat umum biasanya menyebut makanan ini sebagai sosis hitam.
Sehingga Sundae ini merupakan sosis darah ala Korea yang terbuat dari usus babi atau sapi yang direbus dan berisi beberapa bahan.
Demikian 3 rekomendasi jajanan Korea populer.
Berita Terkait
-
I.O.I Dipastikan Comeback Rayakan 10 Tahun Debut, Siap Rilis Album Baru dan Gelar Tur Konser Asia
-
Belajar dari Vonis Seumur Hidup Yoon Suk Yeol: Hukum Mengalahkan Kekuasaan
-
Once We Were Us: Romansa, Penyesalan, dan Realitas yang Memisahkan
-
Antara Kebenaran dan Kebohongan: Psikologi Moral dalam Drama The Art of Sarah
-
HUMINT Lampaui 1 Juta Penonton dalam 6 Hari, Kuasai Box Office saat Imlek
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
Gunung Dempo Masih Waspada, Warga Pagaralam Diminta Jangan Abaikan Imbauan Ini
-
Alfamart-Indomaret Tak Boleh Ekspansi, Kopdes Merah Putih Prabowo Takut Tersaingi?
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
Terkini
-
Saling Jaga di Tengah Keterbatasan: Rutinitas Kakak Beradik Mencari Rezeki Demi Keluarga Sejak Dini
-
7 Fakta Pencurian Tabung Gas LPG 3 Kg di Jogja: Maling Babak Belur Dihantam Stik Golf
-
Sinergi Lumbung Mataraman dan Badan Gizi Nasional: Petani Punk Gunungkidul Siap Pasok Dapur MBG
-
Dishub Kota Yogyakarta Ingatkan Pasar Ramadan Tetap Prioritaskan Fungsi Jalan
-
Donny Warmerdam Dipastikan Masuk DSP PSIM Yogyakarta saat Hadapi Bali United