SuaraJogja.id - Sekitar 38 ribu warga DIY hingga saat ini belum terdaftar BPJS dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Angka ini dari total target capaian semesta Jaminan Kesehatan atau Universal Health Coverage (UHC) yang ditetapkan Rancangan Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJMN) sebesar 98 persen penduduk Indonesia pada 2024 mendatang.
UHC merupakan pencapaian cakupan kepesertaan Program JKN di suatu daerah yang minimal 95 persen dari total jumlah penduduknya telah mendapatkan akses finansial terhadap pelayanan kesehatan. Mereka sudah mendaftarkan diri atau didaftarkan pihak lain menjadi peserta JKN.
"Bantul merupakan kabupaten yang paling rendah capaian semesta UHC, tapi beberapa waktu kedepan akan ditambah 10 ribu [capaian UHC]," ujar Direktur Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti usai bertemu Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, Jumat (29/07/2022).
Meski masih belum mencapai target nasional, menurut Ghufron, DIY merupakan propinsi yang capaian UHC-nya paling tinggi di Indonesia. Terhitung sejak 1 Juli 2022, sebanyak 3.575.872 jiwa penduduk DIY telah terdaftar sebagai peserta Program JKN dari total jumlah penduduk 3.677.446 jiwa atau sebesar 97,24 persen.
Baca Juga: BPJS Kesehatan Jamin Fasilitas Kesehatan yang Kerja Sama dalam JKN Selalu Mengedepankan Mutu Layanan
Hal ini berarti hampir seluruh warga masyarakat di DIY telah memiliki payung perlindungan untuk mengakses layanan di fasilitas kesehatan. Namun diharapkan Pemda DIY bisa mencapai targt ketercapaian UHC sebelum 2024 mendatang.
Sebab UHC merupakan salah satu wujud nyata komitmen dan kehadiran pemerintah, termasuk di daerah dalam memberikan jaminan kesehatan bagi penduduknya. Sinergi dan kolaborasi antara pemerintah daerah dengan BPJS Kesehatan menjadi kunci sukses yang harus ditingkatkan agar semakin dirasakan manfaatnya oleh
penduduk setempat.
"Akses layanan kesehatan harus terbuka lebar bagi semua warga di wilayah DIY," tandasnya.
Ghufron menambahkan, selain mendorong cakupan kepesertaan, BPJS Kesehatan juga melakukan upaya-upaya strategis untuk menjaga dan mendorong kualitas layanan di fasilitas kesehatan, baik di tingkat pertama maupun lanjutan. Semua upaya ini diharapkan membuat masyarakat terlindungi dan mendapatkan hak untuk layanan kesehatan yang baik dan profesional.
Diantaranya dengan menambah 14 layanan skrining bagi peserta BPJS. Layanan ini ditambahkan alih-alih dikurangi seperti isu yang beredar saat ini.
Baca Juga: Duh, 2.701 Warga Bontang Nunggak BPJS Kesehatan Kelas III, Basri Rase: Evaluasi
"Jadi karena saat ini BPJS kesehatan sudah tidak punya hutang [ke rumah sakit] maka layanan ditambahkan," ungkapnya.
Berita Terkait
-
Warga Jabar yang Taat Pajak Jangan Iri karena Tak Dapat Pemutihan, Dedi Mulyadi Siapkan Surprise
-
Pemain Keturunan Maluku Navarone Foor 'Resmi' Jadi WNI, Siap Bela Timnas Indonesia Lawan Jepang?
-
Pengamanan Ketat Tetap Dilakukan saat Kunjungan Keluarga Warga Binaan di Lapas Cipinang
-
BKSAP DPR RI Desak Junta Myanmar Hentikan Pengeboman Warga Sipil Pasca Gempa 7,7 SR
-
BRI Menanam Grow & Green, Ujung Tombak Pelestarian Ekosistem Laut di NTB
Terpopuler
- Menguak Sisi Gelap Mobil Listrik: Pembelajaran Penting dari Tragedi Ioniq 5 N di Tol JORR
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Dibanderol Setara Yamaha NMAX Turbo, Motor Adventure Suzuki Ini Siap Temani Petualangan
- Daftar Lengkap HP Xiaomi yang Memenuhi Syarat Dapat HyperOS 3 Android 16
- Xiaomi 15 Ultra Bawa Performa Jempolan dan Kamera Leica, Segini Harga Jual di Indonesia
Pilihan
-
Donald Trump Resmi Umumkan Tarif Baru, Ekonomi Indonesia Terancam Kena Dampak!
-
Antara Pangan Instan dan Kampanye Sehat, Ironi Spanduk di Pasar Tradisional
-
Link Live Streaming AC Milan vs Inter Milan: Duel Panas Derby Della Madonnina
-
FULL TIME! Yuran Fernandes Pahlawan, PSM Makassar Kalahkan CAHN FC
-
Libur Lebaran, Polresta Solo Siagakan Pengamanan di Solo Safari
Terkini
-
Arus Lalin di Simpang Stadion Kridosono Tak Macet, APILL Portable Belum Difungsikan Optimal
-
Kunjungan Wisatawan saat Libur Lebaran di Gunungkidul Menurun, Dispar Ungkap Sebabnya
-
H+2 Lebaran, Pergerakan Manusia ke Yogyakarta Masih Tinggi
-
Exit Tol Tamanmartani Tidak Lagi untuk Arus Balik, Pengaturan Dikembalikan Seperti Mudik
-
Putra Prabowo Berkunjung ke Kediaman Megawati, Waketum PAN: Meneduhkan Dinamika Politik