SuaraJogja.id - Suara Community Institute kembali digelar. Setelah berhasil menghelat di batch pertama pada awal tahun 2022 lalu, kini gelaran serupa hadir lagi dengan format yang lebih seru dan menarik.
Plt Kepala Biro Suara.com di Yogyakarta Dany Garjito menjelaskan Suara Community Institute merupakan program bagi anak muda di bidang digital journalism, creative thinking, video content creation serta social media. Dimana secara umum bertujuan untuk memperluas dan memperkuat jaringan komunitas.
Lebih jauh berkaca dari gelaran serupa pada batch 1, program tersebut telah memberikan impact yang besar, salah satu dampak positif yang langsung terasa adalah terdapat beberapa peserta yang berhasil diterima di perusahaan media online, baik sebagai kontributor maupun karyawan.
"Dan yang paling penting, mereka sudah siap bekerja, karena sudah mendapat pembekalan dasar di SCI," terangnya, Jumat (5/8/2022).
Baca Juga: Suara Community Institute Batch 2: Inkubasi Content Creator Berbasis Digital Journalism
Suara Community Institute batch 2 ini akan digelar di Kampus II UPN Veteran Yogyakarta selama empat hari.
"Acaranya akan digelar mulai tanggal 6,7, 13 dan 20 Agustus 2022," tambahnya.
Selama program berjalan, para peserta akan mendapatkan beragam silabus materi seperti kelas bidang Digital Journalism, Creative Thinking, Video Content Creation, dan Social Media yang akan diadakan secara luring. Pada setiap silabus akan dibagi lagi dalam beberapa materi yang lebih mendetail dan tentunya sangat menarik, karena para peserta akan diberikan pembelajaran secara praktik.
Sementara untuk kelas Review Video, Presentasi Proposal Creative Thinking, serta Review Creative Thinking & Social Media akan diadakan secara daring. Penayangan project akhir dari para peserta menjadi penutup acara Suara Community Institute Batch 2.
Namun jangan khawatir, selain mendapatkan pengalaman dan ilmu, program inkubasi Suara Community Institute Batch 2 tentunya akan memberikan banyak hadiah menarik untuk para peserta sebagai kenang-kenangan.
Baca Juga: Suara Community Institute: Inkubasi 'Digital Journalism & Content Creation' Masa Kini
Satu hal yang paling menarik dari program Suara Community Institute ialah para peserta tidak hanya mendapatkan relasi dan sertifikat, tetapi juga mendapatkan benefit belajar secara langsung dengan para ahli dari bidang digital journalism dan content creation, baik secara materi maupun pembuatan karya.
Berita Terkait
-
Pendampingan Komunikasi Pemasaran Terpadu Berbasis Digital Storytelling pada Pengrajin Batik Nitik Blawong 1 Bantul
-
5 Fakta Puluhan Mahasiswa Baru UPN Veteran Yogyakarta Keracunan, Diduga dari Makan Siang
-
Penuh Keseruan, Suara Community Institute Batch 2 Hadirkan Beragam Topik Kreatif
-
Siap Lahirkan Content Creator Andal, Suara Community Institute Kembali Hadir
-
Tak Hanya Belajar Teori, Ini Keseruan di Balik SCI Batch 2
Tag
Terpopuler
- Menguak Sisi Gelap Mobil Listrik: Pembelajaran Penting dari Tragedi Ioniq 5 N di Tol JORR
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Dibanderol Setara Yamaha NMAX Turbo, Motor Adventure Suzuki Ini Siap Temani Petualangan
- Daftar Lengkap HP Xiaomi yang Memenuhi Syarat Dapat HyperOS 3 Android 16
- Xiaomi 15 Ultra Bawa Performa Jempolan dan Kamera Leica, Segini Harga Jual di Indonesia
Pilihan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
-
Nilai Tukar Rupiah Terjun Bebas! Trump Beri 'Pukulan' Tarif 32 Persen ke Indonesia
-
Harga Emas Antam Lompat Tinggi di Libur Lebaran Jadi Rp1.836.000/Gram
Terkini
-
Mudik ke Jogja? BPBD Ingatkan Potensi Bencana Alam: Pantai Selatan Paling Rawan
-
Libur Lebaran di Gembira Loka, Target 10 Ribu Pengunjung Sehari, Ini Tips Amannya
-
Arus Lalin di Simpang Stadion Kridosono Tak Macet, APILL Portable Belum Difungsikan Optimal
-
Kunjungan Wisatawan saat Libur Lebaran di Gunungkidul Menurun, Dispar Ungkap Sebabnya
-
H+2 Lebaran, Pergerakan Manusia ke Yogyakarta Masih Tinggi