SuaraJogja.id - Penyuntikan vaksin booster kedua untuk para tenaga kesehatan di Bantul sudah dimulai. Pemkab Bantul menargetkan vaksinasi yang menyasar para nakes ini rampung pada 11 Agustus 2022.
Kepala Dinkes Bantul, Agus Budi Raharjo mengatakan ketersediaan vaksin booster kedua untuk nakes sudah tercukupi.
"Booster kedua untuk nakes sudah dimulai, insyaallah kita perkirakan berakhir maksimal tanggal 11 Agustus sesuai dengan ketersediaan vaksin," kata Kepala Dinas Kesehatan Bantul, Agus Budi Raharjo, dikutip dari Harianjogja.com--jaringan Suara.com-- Senin (8/8/2022).
Agus menyebutkan pemberian vaksin booster kedua bagi nakes sangat penting, mengingat nakes berhadapan langsung dengan pasien Covid-19. Sehingga jika terjadi peningkatan kasus, nakes adalah kelompok yang paling pertama berpotensi terpapar.
Kendati begitu, pemberian vaksin booster kedua untuk nakes akan menyesuaikan ketersediaan vaksin. Selain itu pihaknya juga mempertimbangkan kondisi kesehatan naskes.
Ia mencontohkan, nakes yang belum lama ini dinyatakan positif Covid-19 sehingga perlu jeda waktu untuk mendapatkan booster kedua, atau dalam keadaan lain yang menyebabkan tidak bisa menerima vaksinasi.
"Kalau nakes positif tentu diistirahatkan, mendapat perawatan dan pengobatan kemudian akan kembali melayani setelah sembuh. Tapi untuk saat ini tidak ada nakes yang terpapar covid-19," ujarnya.
Lebih lanjut, Agus mengatakan penyuntikkan vaksin booster kedua bagi nakes tidak dilakukan khusus di satu tempat, melainkan dilakukan di tempat para nakes bekerja. Misalnya nakes dari Dinas Kesehatan akan mendapatkan suntikan di sentra vaksinasi halaman kantor Dinas Kesehatan Bantul, atau nakes dari RSUD Panembahan Senopati mendapat suntikan di rumah sakit tempat mereka bertugas.
Ada sekitar 9.000 nakes yang mendapatkan suntikan booster kedua ini. Nakes yang mendapatkan vaksinasi booster kedua ini adalah mereka yang melayani masyarakat langsung dan yang bekerja di institusi kesehatan yang terdata dalam sistem informasi Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK).
Baca Juga: Puskesmas Cikalongkulon Cianjur Terbakar, Pasien dan Nakes Panik
Agus mengatakan sejauh ini sudah sekitar 50 persen nakes yang sudah mendapatkan vaksin booster kedua. Ia berharap dengan adanya booster kedua ini, kekebalan tubuh para nakes dapat meningkat.
Meski telah mendapat vaksin, mereka tetap bisa terinfeksi namun tidak terjadi keparahan atau gejala yang berarti, sehingga penyembuhan lebih cepat.
"Harapannya tidak ada fatalitas yang menimpa nakes maupun masyarakat umum yang sudah tervaksinasi," ucapnya.
Ia juga menyatakan hampir sebagian besar yang terpapar Covid-19 saat ini bergejala ringan. Sehingga pasien cukup isolasi mandiri di rumah. Alhasil selter tidak perlu digunakan. Bed Occupancy Rate (BOR) rumah sakit juga masih lengang.
Berita Terkait
-
Duh! Capaian Vaksinasi Penguat di Kota Pekalongan Baru 26,7 Persen
-
Vaksin Booster Perlu Ditingkatkan karena Covid-19 Kota Bandung Masih Naik Turun
-
Puskesmas Cikalongkulon Cianjur Terbakar, Pasien dan Nakes Berhamburan ke Luar
-
93 Ribu Tenaga Kesehatan di Sumut Bakal Terima Vaksin Booster Kedua
-
Cakupan Vaksinasi Booster di Sampang Masih Rendah
Terpopuler
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- 5 Sneakers Empuk yang Cocok untuk Jalan Kaki, Ada Skechers hingga ASICS
- Gibran Diperkarakan di MK, Prabowo Nanti Bisa Ajukan 2 Nama Wapres ke MPR
Pilihan
-
Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban
-
Kru Kapal Rombongan Wartawan Peliput Gunung Anak Krakatau Ditemukan Meninggal
-
Tes DNA Cocok: Jenazah di Pulau Enggano Dipastikan Sukarman, ABK Kapal Rombongan Jurnalis Hilang
-
116 Orang Masih Dicari, Satu Lagi Korban KM Virgo 8 Ditemukan Nelayan
-
Siswa SD Tewas Tersedak Menu MBG, JPPI Soroti SOP Keamanan Makanan hingga Penanganan Darurat
Terkini
-
Medsos Jadi Etalase Bisnis Konten Seksual, Perhatian Penonton Bisa Dikomodifikasi
-
BRI Private Berikan Akses Premium Medical Check Up untuk Nasabah
-
Kuliah Gratis PTN Didorong, Akademisi Ingatkan Jangan Sampai PTS Kehilangan Mahasiswa
-
BRI inFrame 2026, Saat Fotografi Mengisahkan Perjalanan Ekonomi Kerakyatan Indonesia
-
6 Fasilitas Kereta Kelas Luxury yang Membuat Perjalanan Berbeda