SuaraJogja.id - Pakistan bergabung dengan negara-negara Muslim lain untuk mengutuk serbuan Israel ke kompleks Masjid Al Aqsa di wilayah Yerusalem Timur yang diduduki.
"Pakistan mengutuk keras penyerbuan di halaman Masjid Al Aqsa oleh pemukim Israel di bawah perlindungan pasukan pendudukan Israel," kata Kementerian Luar Negeri Pakistan seperti dikutip Antara, Senin (8/8/2022)
Pakistan mengatakan bahwa tindakan provokatif tersebut secara terang-terangan melanggar kesucian Kiblat Pertama dan melukai perasaan umat Islam di seluruh dunia.
"Insiden semacam itu merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional, norma, dan praktik internasional. Setiap upaya untuk mengubah status sejarah dan hukum Masjid Al Aqsa harus dihentikan," katanya.
Untuk diketahui. sselompok pemukim ilegal Yahudi memaksa masuk ke kompleks Al Aqsa pada Minggu, ketika Israel melanjutkan pengebomannya di Jalur Gaza.
Israel telah menewaskan 43 orang dan melukai lebih dari 300 orang di Gaza dalam serangan terbarunya di daerah Palestina, yang berada di bawah blokade militer Israel selama 15 tahun.
Qatar, Jordania, Kuwait, Turki, dan Arab Saudi termasuk di antara negara-negara yang mengecam serangan Israel di tempat suci Islam tersebut.
Kementerian Luar Negeri Qatar mengatakan praktik provokatif Israel adalah bagian dari upaya berkelanjutan untuk mengubah status historis dan hukum Masjid Al Aqsa, dan untuk memajukan pembagian temporal masjid.
Menyerukan tindakan internasional, Qatar memperingatkan bahwa provokasi simultan dengan agresi baru Israel di Jalur Gaza akan menyebabkan eskalasi berbahaya dan gelombang kekerasan.
Baca Juga: Ravichandran Pendaki Pertama Malaysia yang Taklukkan Puncak K2 Pakistan, Tertinggi Kedua di Dunia
"Kami mengutuk keras serangan Israel yang sedang berlangsung terhadap warga sipil dan upaya untuk beribadah di Masjid Al Aqsa," kata Kemlu Turki dalam pernyataannya.
"Kami mengulangi seruan kami kepada pemerintah Israel untuk tidak mengizinkan tindakan seperti itu menargetkan status dan kesucian Al Haram Al Sharif," kata kementerian tersebut.
Menteri Luar Negeri Jordania, Ayman Safadi mengatakan dia telah berdiskusi dengan Koordinator Khusus PBB untuk Proses Perdamaian Timur Tengah, Tor Wennesland tentang upaya untuk menghentikan agresi Israel di Gaza.
"Mengakhiri eskalasi dan memulihkan ketenangan harus menjadi prioritas global," ujar Wennesland.
Berita Terkait
-
Jalur Gaza Diserang Israel, RS Indonesia Tampung Korban
-
Perang Roket Israel dan Jihadis Palestina, Apa yang Melatari dan Siapa PIJ?
-
RS Indonesia di Gaza Bantu Korban Serangan Israel, Ratusan Orang Luka-luka
-
Negara-Negara Muslim Keluarkan Ultimatum Mengutuk Keras Serangan Israel ke Masjid Al Aqsa
-
Rumah Sakit Indonesia Bantu Korban Serangan Israel di Gaza, Ini Data Korban Jiwa dan Luka-luka
Terpopuler
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Gibran Diperkarakan di MK, Prabowo Nanti Bisa Ajukan 2 Nama Wapres ke MPR
- 5 Sneakers Empuk yang Cocok untuk Jalan Kaki, Ada Skechers hingga ASICS
Pilihan
-
Kru Kapal Rombongan Wartawan Peliput Gunung Anak Krakatau Ditemukan Meninggal
-
Tes DNA Cocok: Jenazah di Pulau Enggano Dipastikan Sukarman, ABK Kapal Rombongan Jurnalis Hilang
-
116 Orang Masih Dicari, Satu Lagi Korban KM Virgo 8 Ditemukan Nelayan
-
Siswa SD Tewas Tersedak Menu MBG, JPPI Soroti SOP Keamanan Makanan hingga Penanganan Darurat
-
MBG Makan Korban Lagi, Siswa SD Lampung Meninggal Tersedak Menu Kelengkeng
Terkini
-
BRI Private Berikan Akses Premium Medical Check Up untuk Nasabah
-
Kuliah Gratis PTN Didorong, Akademisi Ingatkan Jangan Sampai PTS Kehilangan Mahasiswa
-
BRI inFrame 2026, Saat Fotografi Mengisahkan Perjalanan Ekonomi Kerakyatan Indonesia
-
6 Fasilitas Kereta Kelas Luxury yang Membuat Perjalanan Berbeda
-
Pestapora 2026 Makin Seru, BRI Kartu Kredit Hadirkan Cicilan 0%