SuaraJogja.id - Dua orang pelaku penganiayaan berat yang menyebabkan satu orang meninggal dunia di Asrama Mahasiswa Papua di Jalan Kemasan, Umbulharjo, Yogyakarta pada Selasa (23/8/2022) kemarin menyerahkan diri ke polisi.
Hal itu disampaikan Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol Idham Mahdi. Disampaikan Idham, kedua pelaku menyerahkan diri selang satu hari setelah kejadian.
"Pada hari Rabu (24/8/2022) pukul 19.00 WIB atas kesadaran diri pelaku mendatangi Mapolda DIY dan menyerahkan diri untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya," kata Idham saat jumpa pers di Mapolresta Yogyakarta, Kamis (25/8/2022).
Idham menuturkan telah melakukan penyidikan kepada dua orang pelaku yang menyerahkan diri tersebut. Diketahui kedua pelaku tersebut merupakan laki-laki berinisial HK (36) pekerajaan petani dan YK (27) pekerjaan karyawan swasta.
"Dua orang pelaku saat ini telah dilakukan penahanan di rutan Mapolda DIY," ujarnya.
Ditegaskan Idham saat ini kondisi wilayah Kota Jogja pada khususnya tetap kondusif.
"Kami sampaikan dan untuk situasi pada saat ini masih dalam suasana kondusif di Kota Jogja," tegasnya.
Sebelumnya diberitakan sebuah kerusuhan di Jalan Kusumanegara, Kota Yogyakarta terekam dalam sebuah video yang beredar di media sosial. Di sana terlihat sejumlah pengendara motor harus berbalik arah menghindari kerusuhan tersebut.
Saat dikonfirmasi, Kasi Humas Polresta Yogyakarta, AKP Timbul Sasana Raharjo membenarkan peristiwa yang diterjadi pada Selasa (23/8/2022) malam tersebut. Nahas satu orang tewas dalam kerusuhan tersebut.
"Benar tadi malam telah terjadi penganiayaan berat yang mengakibatkan korban meninggal dunia," kata Timbul kepada awak media, Rabu (24/8/2022).
Disampikan Timbul, korban tewas berinisial JTM (31). Diketahui sebagai seorang karyawan swasta yang berdomisili di Condongcatur, Depok, Sleman.
Ia menceritakan bahwa kronologi kejadia itu berlangsung pada Selasa (23/8/2022) sekira pukul 20.30 WIB. Saat itu baru akan berlangsung rapat di Asrama Mahasiswa Papua di Jalan Kemasan Umbulharjo, Yogyakarta.
"Pada saat rapat berlangsung kemudian ada yang melempar dengan sandal, selanjutnya terjadilah keributan," ujarnya.
Ketika keributan itu pecah, kata Timbul, korban bersama tiga teman lainnya memutuskan untuk keluar dari rapat. Mereka hendak meninggalkan lokasi tetapi justru di depan pintu sudah dihadang beberapa orang dengan membawa sajam.
Selanjutnya korban bersama dengan tiga orang temannya mencoba untuk melarikan diri. Namun nahas korban diduga terkena hantaman atau sabetan senjata tajam tersebut hingga mengakibatkan korban jatuh tersungkur.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
Terkini
-
Saat Partai Politik Sibuk Bangun Citra, Padahal Rakyat Masih Terluka oleh Bencana
-
Siapkan Dana Pensiun Sejak Dini, BRI DPLK Kini Lebih Praktis Dibuka lewat BRImo
-
Duh! Gunungkidul Sampai Ajukan Tambahan Stok BBM, Pemda DIY Lakukan Efisiensi Transportasi
-
Purbaya Dicopot, DPRD DIY Tantang Menkeu Baru Batalkan Seluruh Pemangkasan Anggaran Daerah
-
Kasus Asusila di Ponpes Sleman: Eks Pengurus Ditetapkan Tersangka, Keberadaannya Masih Misterius