SuaraJogja.id - Mesin ATM BPD DIY Swalayan D & A Wiyoro, Kapanewon Banguntapan, Kabupaten Bantul dirusak oleh orang tak dikenal pada Rabu (31/8/2022). Saat ini Polres Bantul tengah menyelidiki kasus perusakan tersebut.
Diungkapkan Kasi Humas Polres Bantul Iptu I Nengah Jeffry Prana Widnyana, perusakan mesin ATM tersebur diketahui pertama kali oleh salah seorang saksi yang hendak membersihkan ruang Mesin ATM BPD DIY.
"Awal mula kejadian diketahui oleh saksi MS (31) yang merupakan karyawan Swalayan D & A Wiyoro, Banguntapan, Bantul pada Rabu (31/1/2022) sekira jam 10.30 WIB," terang Jeffry, Kamis (1/8/2022).
Pada saat itu MS mendapati lemari penyimpanan alat router dan DVR CCTV sudah dalam keadaan rusak. Melihat kejadian tersebut saksi pun melaporkannya ke Pimpinan Bank BPD DIY KCP Piyungan, Bantul.
"Pimpinan Bank BPD DIY KCP Piyungan kemudian melaporkan ke HM (42) dan selanjutnya HM melaporkan ke Polres Bantul pada tanggal yang sama sekira pukul 15.20 WIB," paparnya.
Mendapati laporan perusakan tersebut Polres Bantul menyelidiki pelaku dan mendalami motifnya untuk diproses lebih lanjut. Atas kejadian tersebut Bank BPD DIY KCP Piyungan, Bantul mengalami kerugian berupa lemari penyimpanan alat router, DVR CCTV beserta kuncinya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Bumi Sudah Melewati Batas Perjanjian Paris, Ancaman Krisis Iklim Tak Lagi Sekadar Ramalan
-
Belajar dari Gempa 2006, Jogja Memang Istimewa dalam Menangani Bencana
-
20 Tahun Gempa Jogja Mulai Terlupakan, Ancaman Megathrust Masih di Depan Mata
-
Berkas Kasus Daycare Little Aresha Rampung Pekan Depan, Rekonstruksi Tertutup Menyusul
-
Efisiensi Anggaran Paksa Seniman Bertahan Mandiri, Pemda DIY Prioritaskan Agenda Pusat