SuaraJogja.id - Pakar kebijakan publik UGM Wahyudi Kumorotomo menyoroti minimnya ketersediaan transportasi publik yang memadai untuk masyarakat. Hal itu dinilai makin menyusahkan mengingat harga bahan bakar minyak (BBM) yang telah resmi dinaikkan pemerintah.
Ketidaktersediaan transportasi publik yang terintegrasi dengan baik itu membuat banyak orang memilih menggunakan kendaraan pribadi. Hingga kemudian berujung pada borosnya energi yang digunakan setiap waktunya.
"Masyarakat bisa dibiasakan sebenarnya untuk menggunakan transportasi publik apabila tersedia. Tapi masalahnya karena ketidaktersediaan transportasi publik, kita kemudian terbiasa dengan transportasi pribadi yang itu sangat-sangat boros energi kita," kata Wahyudi saat dihubungi awak media, Minggu (4/9/2022).
Borosnya masyarakat menggunakan energi itu bisa dilihat dari penggunaan kendaraan pribadi sehari-hari. Terlebih di kota-kota besar yang mereka masih harus berjuang dengan kemacetan jalan.
"Coba di Jakarta, di Jogja, karena transportasi publik, bus, kereta tidak diutamakan. Orang terpaksa menggunakan kendaraan pribadi dan itu menambah lagi konsumsi BBM," ucapnya.
"Lalu dimana-dimana yang kita bangun jalan tol padahal yang kita butuhkan sebenarnya adalah transportasi publik. Entah itu bus yang muatanya banyak, LRT atau MRT dan lainnya," imbuhnya.
Wahyudi menyarankan bahwa pemerintah harus melihat bahwa proporsi transportasi publik itu perlu diupayakan untuk ditambah. Sehingga dapat mengurangi penggunaan BBM untuk kendaraan pribadi.
"Seperti kita ketahui di Jakarta saja sampai dengan tahun 2012 sebelum kita krisis energi seperti sekarang ini, transportasi publik itu hanya 28 persen. S3mentara yang transportasi pribadi atau kendaraan pribadi itu 34 persen, lainnya yang lain-lain," terangnya.
Padahal, kata Wahyudi, dibandingkan dengan Seoul misalnya di sana transportasi publik sudah berada di angka 55 persen. Hanya sekitar 24 persen saja yang menggunakan kendaraan pribadi.
Baca Juga: Hanya Pikirkan Orientasi Jangka Pendek, Pemerintah Dinilai Tergesa-gesa Naikkan Harga BBM
Selain dari sisi pemerintah, masyarakat juga perlu dibiasakan untuk memanfaatkan transportasi publik dalam aktivitasnya sehari-hari. Selain lebih menyehatkan karena sering bergerak, penggunaan BBM bisa lebih ditekan.
"Usia orang Jepang itu panjang karena terbiasa exercise. Tidak seperti yang kita lihat di Indonesia, orang kemudian tergantung semuanya pada transportasi pribadi dalam hal ini sepeda motor dan mobil. Untuk jalan 200 meter aja enggak mau, harus kemudian naik sepeda motor. Padahal sebenarnya lebih sehat naik sepeda kan," tuturnya.
Berita Terkait
-
Hanya Pikirkan Orientasi Jangka Pendek, Pemerintah Dinilai Tergesa-gesa Naikkan Harga BBM
-
Harga BBM Naik, Ekonom Sebut Laju Inflasi 2022 Bisa Mencapai 6-7 Persen
-
Harga BBM Naik, SPBU di Bontang Ini Tetap Jual dengan Pembatasan, Roda 2 Maksimal Rp 70 Ribu
-
Harga BBM Naik, Tarif Bus Bisa Melonjak Hingga 35 Persen!
-
Apes Banget! Lagi Antre Tinggal Di Depan Mata, Tiba-tiba Harga Bensin Naik
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Menjaga Berkah di Dapur Subuh: Perjalanan Inspiratif Penjual Dimsum yang Berhasil Mandiri Finansial
-
Dugaan Ormas Dibenturkan dengan Demonstrans saat Kerusuhan Malioboro, Sultan Klaim Tak Tahu
-
Dua Peserta Demo di Malioboro Sempat Hilang, LBH Laporkan Sudah Pulang
-
Jadi Bank Beraset di Atas Rp500 Triliun, BRI Raih Empat Penghargaan Bergengsi Pada 2026
-
Puncak AXIS Nation Cup 2026 Segera Tiba, Tim Futsal SMA Terbaik Siap Adu Kekuatan