Scroll untuk membaca artikel
Galih Priatmojo
Sabtu, 17 September 2022 | 17:11 WIB
Para empu, kolektor dan perajin keris pameran di MAS 2022 di Yogyakarta, Sabtu (17/09/2022). [Kontributor / Putu Ayu Palupi]

Pemerintah daerah pun perlu ikut mendorong pameran secara rutin dan kerjasama dengan instansi lain. Seperti yang dilakukan para empu di Sumenep yang akhirnya kebanjiran banyak pesanan souvenir keris untuk acara G20.

"Pemda bisa ikut menjaga artefak-artefak, keris-keris tua untuk tidak lari ke luar negeri. Kalau satu dan dua sukses kan perdagangan bisa diganti dengan keris karya empu-empu masa kini sehingga artefak akan tetap di Indonesia. Kita butuh museum keris, kurator, dan juga para penjaga gawang tapi juga dengan cara membantu. Soal pengiriman ke luar negeri, selama ini jadi masalah besar karena lewat jalan belakang. Nah, sudah dibuat terbuka saja,” paparnya.

Sementara Ketua Pelaksana Harian organisasi induk keris terbesar di Indonesia, Senapati Nusantara, MM Hidayat, memaparkan minat para kolektor dan empu serta perajin untuk terus eksis pasca pandemi sangat tinggi. Buktinya dalam MAS kali ini,pelaku bursa keris datang dari seluruh penjuru Nusantara seperti dari Jawa Timur dan Madura, Bali dan Lombok, Sulawesi, Sumatera, Jakarta, Jabar, Solo, Yogyakarta, Semarang dan daerah-daerah lain belum bergabung menjadi anggota Senapati Nusantara.

“Kami, panitia MAS sampai nangis, semalam sampai nangis semua, barengan nangis dan mengucap syukur. Antusiasme dan semangat kawan-kawan benar-benar seperti slogan MAS 2022 ini yakni Keris Nusantara untuk Indonesia Bangkit,” jelasnya.

Baca Juga: Telanjur Hamil, Angka Pernikahan Dini DIY Tinggi Selama Pandemi

Kontributor : Putu Ayu Palupi

Load More