SuaraJogja.id - Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) sudah memberi sinyal untuk mencabut status pandemi Covid-19 pada akhir 2022 mendatang. Kebijakan tersebut digulirkan karena tanda-tanda berakhirnya pandemi sudah terlihat dengan menurunnya fatalitas kematian serta tingginya pemanfaatan vaksin di dunia.
Menanggapi hal ini, Pemda DIY pun akan menyiapkan kebijakan untuk perubahan pandemi menjadi endemi. Apalagi saat ini kasus Covid-19 di DIY sudah terkendali. Case recovery rate atau tingkat kesembuhan pasien Covid-19 di DIY pun sudah mencapai 97,11 persen.
"Tren penambahan kasus juga mulai mengalami penurunan," ujar Sekda DIY, Baskara Aji di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Senin (19/9/2022).
Menurut Aji, Pemda DIY akan embuat dasar regulasi baru terkait penanganan endemi. Diantaranya terkait pendanaan penanganan Covid-19 yang selama ini menggunakan Belanja Tak Terduga (BTT).
BTT selama pandemi bisa dimanfaatkan untuk mencukupi berbagai keperluan. Mulai dari pembiayaan operasional selter isolasi, vaksinasi Covid-19 hingga pengadaan obat-obatan.
"Nantinya [saat endemi], apa yang harus dilakukan di daerah akan berbeda dengan daerah lain. Bisa jadi kita tidak sama aturannya sebagaimana kita biasa menggunakan Inmendagri. Bisa saja nanti dari Ingub masing-masing," jelasnya.
Aji menyebutkan, saat ini tren penularan Covid-19 di DIY rata-rata 20-30 kasus per hari. Mayoritas pasien yang terinfeksi virus juga hanya mengalami gejala ringan seperti flu biasa atau bahkan tanpa gejala sama sekali.
Hal ini disebabkan kekebalan kelompok terhadap Covid-19 sudah hampir terbentuk. Apalagi vaksinasi terus gencar dilakukan.
"Lalu kedisiplinan masyarakat Yogya dalam rangka menerapkan protokol kesehatan juga cukup bagus," ujar dia.
Namun Aji menghimbau masyarakat tidak lengah dalam menerapkan protokol kesehatan hingga pandemi Covid-19 benar-benar dinyatakan berakhir. Hal itu penting agar DIY bisa mengontrol angka kasus Covid-19.
"Tetap terapkan protokol kesehatan," ujarnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Shin Tae-yong Kasih Kode Rotasi Skuad Persija, Shayne Pattynama Bisa Unjuk Gigi di League Cup
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Jelang COP31, Jaringan Orang Muda Kritik Eksploitasi Alam di Jogja, Rakyat yang Tanggung Akibatnya
-
Korban Luka Kericuhan Malioboro Capai 116 Orang, 13 Jalani Dirawat Inap
-
Bukti Negara Hadir Tingkatkan Kesehatan Masyarakat: Program CKG Sudah Deteksi Medis 105 Juta Orang
-
Usung Pelestarian Budaya Berkelanjutan, Ini Rangkaian Acara Tentrem Cultural Week 2026
-
JPW Pertanyakan Sikap Humanis Polda DIY: Ada Pelempar Berlindung di Balik Barikade Polisi