SuaraJogja.id - Lewat program Dokumenter Video, FKY 2022 merekam catatan tentang laku kesenian tayub di Gunungkidul. Tayub memiliki hubungan yang erat dengan situasi petani dalam menghadapi tanah yang tidak selalu subur dan air yang kadang kering di beberapa wilayah Gunungkidul. Melalui tayub, mereka melakukan sedekah sekaligus meminta keberkahan untuk panen selanjutnya. Selain keterkaitannya dengan upacara kesuburan seperti Rasulan, tayub juga menjadi semacam perantara bagi masyarakat untuk menghubungkan antara yang mikrokosmos dan yang makrokosmos dalam hidup sehari-harinya.
“Ada jalinan antara masyarakat dengan alam serta spiritualitasnya yang dihubungkan melalui Tayub. Maka, melalui Tayub saja kita sudah dapat setidaknya membayangkan kompleksitas sehari-hari masyarakat Gunungkidul, mulai dari situasi geografis hingga laku hidupnya,” tutur Nia Agustina, salah satu Pemrogram Pertunjukan FKY.
Tayub menjadi salah satu kesenian tradisi yang banyak berkembang, terutama di wilayah Kecamatan Semin, Gunungkidul. Di daerah tersebut, banyak ditemukan kelompok tayub yang masih eksis hingga hari ini, salah satunya adalah kelompok tayub Lebdho Rini. Tayub Lebdho Rini merupakan kelompok tayub generasi awal yang masih dapat ditelusuri di wilayah Semin, Gunungkidul. Lebdho Rini secara resmi berdiri pada tanggal 9 April 1994.
Namun, jauh sebelumnya, kelompok ini telah aktif mengisi kegiatan Rasulan ataupun hajatan yang diselenggarakan masyarakat, bahkan mereka juga sempat diundang ke Jakarta untuk pentas. Nama Lebdho Rini tersusun dari lebdho yang berarti bisa atau terampil dan rini yang berarti wanita.
Secara keseluruhan, arti nama Lebdho Rini adalah wanita yang terampil dalam nayub, yaitu menguasai panggung, irama, dan gerak. Dokumenter Video FKY merekam kehidupan anggota kelompok tayub Lebdho Rini yang kini telah bertahan hingga beberapa generasi ledhek, misalnya, Mbah Gunem merupakan generasi kedua Lebdho Rini yang sudah menari sejak usia belasan.
Anggota lainnya adalah Purwanti yang menjadi generasi ketiga. Ia ikut menari tayub sejak SMP karena mengikuti ibunya yang masih punya hubungan darah dengan Mbah Gunem.
Tayub tumbuh menjadi kesenian yang berasal dari kehidupan agraris di Jawa. Para anggota tayub tidak hanya bergantung dari perolehan mereka menari tayub. Para penari maupun pengrawit tayub Lebdho Rini juga bekerja sebagai petani. Mereka mengelola dan merawat alam dengan dua laku, sebagai penari tayub dan sebagai petani yang sekaligus mengelola dan merawat kebudayaan.
Nia mengungkapkan, “Dari dokumenter ini, kami ingin menelusuri bagaimana keterhubungan tayub dengan alam, masyarakat, serta laku keseharian senimannya. Ini juga untuk melihat apakah ada pergeseran dalam hubungan ini? Sebab, sering kali muncul pertanyaan dari khalayak soal pelestarian seni-seni kerakyatan, termasuk pada tayub, atau tentang posisi tayub hari ini yang hanya sekedar hiburan saja, bukan lagi ritual untuk keberkahan. Apakah benar demikian?”.
Untuk menyaksikan dokumenter video ‘Laku Seni Tayub Lebdho Rini’ dapat menuju fky.id pada menu Cara Hidup.
Program Dokumenter Video FKY mencoba untuk mencatat bentuk-bentuk kebudayaan yang termanifestasi maupun diekspresikan dalam situasi dan laku keseharian di masyarakat.
Baca Juga: Unik! Sejarah Sedekah Ketupat di Cilacap yang Kini Difestivalkan
Dokumenter sendiri diyakini mempunyai kecenderungan untuk menyuarakan yang tak bersuara, pun menyuarakan hal-hal yang selama ini sering luput dari perhatian orang kebanyakan. Pilihan lingkup amatan ini diambil sebagai tawaran alternatif atas bentuk-bentuk pencatatan kebudayaan. Berbagai catatan Dokumenter Video FKY 2022 merupakan rangkaian presentasi daring yang dapat diakses melalui situs web fky.id.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
- Lipstik Wardah yang Bagus Apa? Ini 4 Pilihan Paling Tahan Lama untuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
Terkini
-
Unik! Siswa Baru SMA Islam Al Azhar 9 Jogja Diajak Jajal Golf, MPLS Sekaligus Jaring Bibit Unggul
-
Video AI Catut Gubernur DIY Beredar di WhatsApp, Publik Diimbau Waspada Modus Penipuan
-
Meriahkan Pasar Tradisional, GEMPAR Kebonagung Dorong UMKM Sleman Kian Berkembang
-
Kekerasan Seksual dan Bullying Makin Mengkhawatirkan, Belum Semua Kampus di DIY Punya Satgas
-
Optimistis terhadap BBRI, JPMorgan Tingkatkan Rekomendasi Saham Jadi Overweight