- Gudeg Yu Djum Pusat Yogyakarta menyelenggarakan program bantuan makan gratis bagi mahasiswa dan perantau terdampak bencana Sumatera.
- Inisiatif ini digagas langsung oleh owner sejak Jumat, 5 Desember 2025, dengan kuota 150 porsi harian.
- Program berlokasi di Sleman, dibuka hingga 19 Desember, dan mensyaratkan penunjukkan KTP sebagai verifikasi penerima.
SuaraJogja.id - Bantuan makan gratis bagi mahasiswa dan perantau yang terdampak tidak langsung bencana di Sumatera masih terus mengalir di Yogyakarta. Kali ada inisiatif yang datang dari tempat makan khas Jogja, Gudeg Yu Djum Pusat.
Inisiatif ini digagas langsung oleh Owner Gudeg Yu Djum Pusat, Anistria Febriani. Dia bilang, bantuan ini diberikan sebagai bentuk kepedulian kepada mereka yang tinggal di Yogyakarta namun ikut merasakan dampak kiriman logistik yang tersendat akibat bencara.
"Kalau untuk makan ini tuh memang spontanitas dari kita aja," kata Anis saat ditemui di lokasi, Jumat (5/12/2025).
Disampaikan Anis, program makan gratis ini terbuka tidak hanya untuk mahasiswa. Boleh pula untuk para perantau yang terdampak bencana di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.
"Iya boleh perantau yang terdampak. Itu siapa aja boleh mau ke sini, makan. Ya, kita buka dari jam 10.00 pagi sampai jam 6.00 sore," ungkapnya.
"Mau sehari tiga kali maem di sini boleh. Selama kuotanya itu masih ada," imbuhnya.
Setiap hari, kata Anis, Gudeg Yu Djum Pusat menyediakan 150 porsi makanan yang bisa dikonsumsi di tempat maupun dibawa pulang. Menu pun dibuat bervariasi dan tidak hanya gudeg agar sesuai selera mahasiswa rantau.
"Ini sementara kita baru 150 porsi. Terus menu kita juga enggak hanya gudeg. Hari ini sop, ayam tempe, tiap hari beda-beda," tuturnya.
Adapun syarat yang diminta hanya menunjukkan KTP untuk memastikan bantuan tepat sasaran, tanpa maksud membatasi penerima.
Baca Juga: 4 Tempat Gudeg Legendaris di Jogja, Pecinta Kuliner Wajib Mampir
Direktur Bisnis Gudeg Yu Djum Pusat Adi Satria Mahardika menambahkan bahwa lokasi yang berada di Jl. Padjajaran Jl. Ring Road Utara, Manggung, Caturtunggal, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, ini dipilih mengingat kedekatannya dengan kawasan kampus.
Ia menegaskan bahwa program ini masih berlangsung dan akan dievaluasi setelah dua minggu. Tak menutup kemungkinan ada penambahan porsi jika kebutuhan meningkat.
"Awal ini dibuka sampai 19 Desember dulu, dua minggu kita lihat, evaluasi seperti apa," ujar Adi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo JSM Superindo Minggu Ini, Kue Lebaran dan Biskuit Kaleng Cuma Rp15 Ribuan
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- Apakah Ada Penukaran Uang Baru BI Pintar Periode 3? Ini Pengumuman Pastinya
- 5 Body Lotion Terbaik untuk Memutihkan Kulit Sebelum Lebaran
- Di Balik Serangan ke Iran: Apa yang Ingin Dicapai AS dan Israel?
Pilihan
-
Sejumlah Artis Mendatangi Rumah Duka Vidi Aldiano, Wartawan Dilarang Masuk
-
Setelah Bertahun-tahun Berjuang, Inilah Riwayat Kanker Ginjal Vidi Aldiano
-
Vidi Aldiano Meninggal Dunia Sabtu 7 Maret Pukul 16.33 WIB
-
Vila di Bali Disulap Jadi Pabrik Narkoba, Bea Cukai-BNN Tangkap Dua WN Rusia dan Sita Lab Rahasia!
-
Shin Tae-yong Gabung FC Bekasi City, Ini Jabatannya
Terkini
-
Kisah Haru Fauziah: Hampir Gagal Mudik Akibat Banjir, Diselamatkan Program Kampus UMY
-
Tips Perbankan Hadapi Ketidakpastian Ekonomi Global Menurut Ketum PERBANAS Hery Gunardi
-
5 Fakta Terkuaknya Kasus Penganiayaan Berat di Bantul: Dua Pelaku dengan Peran Berbeda
-
Fuso Berkah Ramadan: Sun Star Motor Sleman Pererat Silaturahmi dengan Konsumen Lewat Promo Menarik
-
BRI Perkuat New Growth Engine melalui BRIVolution Reignite, Laba Anak Usaha Capai Rp10,38 Triliun