- Layanan AI UGM bernama LISA saat ini tidak dapat digunakan publik karena sedang dalam pemeliharaan teknis dan pembaruan data.
- LISA sempat viral setelah memberikan informasi keliru mengenai status kelulusan Joko Widodo dari Universitas Gadjah Mada.
- Pengembangan LISA terbatas pada data internal kampus dan masih dalam tahap penyempurnaan untuk meningkatkan akurasi informasinya.
SuaraJogja.id - Layanan kecerdasan buatan atau AI milik Universitas Gadjah Mada (UGM) Lean Intelligent Service Assistant atau LISA tampak belum bisa digunakan kembali usai sempat viral beberapa waktu lalu.
Adapun LISA viral setelah menyebut Joko Widodo (Jokowi) bukan merupakan alumnus dari UGM.
Pantauan SuaraJogja.id di area Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) sekira pukul 11.36 WIB, perangkat LISA kini dalam kondisi pemeliharaan teknis dan tidak dapat digunakan oleh publik.
Di depan mesin layanan digital tersebut, sejumlah orang tampak melakukan pengecekan perangkat lunak serta pembaruan data-data untuk LISA.
Namun setelah beberapa saat kemudian, aplikasi AI itu sudah tidak bisa digunakan.
Hanya ada avatar LISA yang masih muncul di layar dengan tampilan seorang perempuan memakai jas almamater UGM. Sesekali avatar LISA melambaikan tangan.
Namun di bagian bawah terlihat jelas keterangan bahwa layanan untuk sementara out of service. Pesan itu muncul dalam bahasa Indonesia dan Inggris sebagai konfirmasi bahwa sistem sedang dalam proses pemulihan.
"Halo, saya Lisa. Saat ini layanan sedang ditingkatkan untuk memberikan pengalaman yang lebih baik. Terima kasih telah menunggu. LISA akan segera kembali," tulis pesan pada layar itu dilihat Jumat, (5/12/2025).
Kondisi ini sejalan dengan pernyataan UGM sebelumnya yang menyebut bahwa LISA masih berada dalam tahap pengembangan dan penyempurnaan.
Baca Juga: Gelar Pahlawan Soeharto: UGM Peringatkan Bahaya Penulisan Ulang Sejarah & Pemulihan Citra Orde Baru
Terutama setelah munculnya jawaban atau informasi keliru dalam video viral yang beredar di media sosial. Pembaruan sistem disebut terus dilakukan untuk meningkatkan akurasi AI tersebut.
Hal itu tertuang dalam pernyataan tertulis yang dibagikan olej Juru Bicara UGM, I Made Andi Arsana.
Dipaparkan Made Andi, bahwa LISA dikembangkan melalui kerja sama dengan Botika. Kemudian AI ini merupakan bagian dari program UGM University Services untuk menyediakan layanan terintegrasi bagi mahasiswa maupun masyarakat.
"LISA merupakan bagian dari sebuah program komprehensif bertajuk UGM University Services yang dikembangkan oleh Biro Transformasi Digital dan Direktorat Kemahasiswaan UGM untuk memberikan layanan terintegrasi bagi mahasiswa dan masyarakat umum," kata Made Andi dalam keterangan tertulisnya, Kamis (4/12/2025).
Made Andi menegaskan bahwa LISA tidak bekerja seperti AI komersial dan hanya mengandalkan data internal kampus yang sifatnya terbatas. Selain itu basis data LISA tidak memuat informasi pribadi seseorang.
"Basis data pengetahuan LISA terbatas pada data dan informasi internal UGM terkait akademik, kemahasiswaan, administrasi, dan pengembangan diri namun tidak memuat data dan informasi pribadi," ungkapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
Terkini
-
Indonesia Dikepung Lima Bencana, Jusuf Kalla Sebut Lingkungan Rusak oleh Kita Sendiri
-
5 Tahun Holding UMi, Sinergi BRI, Pegadaian, dan PNM Dorong UMKM Bertumbuh
-
Lima Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, Muhammadiyah Minta Pencarian Gunakan Teknologi Terbaru
-
Heboh LHKP Muhammadiyah Cap Program MBG Haram, Haedar Nashir Buka Suara
-
Jelang Tanwir ke-114, Muhammadiyah Sentil Masalah Bangsa Menumpuk, Elite Tak Gerak Cepat