SuaraJogja.id - Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menyebut bahwa PDIP baru akan mengumumkan nama calon presiden (capres) yang diusung pada Juni 2023. Ia berkaca pada pengalaman ketika Jokowi dan KH Maruf Amin dicalonkan.
"Kalau kita lihat pengalaman, Pak Jokowi diumumkan pada 6 Maret 2014 oleh ibu Mega. Dan pemilunya pada bulan Juni 2014. Sehingga kalau analoginya begitu, ya kira-kira Juni tahun depan, pas bulan Bung Karno, di situ (umumkan calon presiden)," kata Hasto dalam diskusi Election Corner yang diselenggarakan Fisipol UGM, di Yogyakarta, Senin (10/10/2022).
"Meskipun semuanya akan diputuskan oleh Ibu Mega. Beliau meminta semua bersabar dan fokus pada pemulihan ekonomi," imbuhnya.
Belum lagi nama cawapres Maruf Amin yang diputuskan jelang penetapan capres dan cawapres di KPU.
"Kiai Maruf diputuskan saat penetapan capres cawapresnya di KPU. Penetapan dan keputusan cawapres utusannya pada Minggu sekitar pukul 16.00, jam 4 sore, sementara pendaftarannya Senin (esok harinya). Itu real politik, dalam praktik seperti itu," tuturnya.
Ketika ditanya lebih lanjut tentang sosok yang ideal sebagai penerus Jokowi, Hasto tak menjawab secara pasti. Ia hanya memastikan saat ini PDIP terus melakukan dialog dengan partai politik (parpol) lain.
Supaya nama yang nantinya diusung partai berlogo banteng moncong putih tersebut sudah menjadi sosok yang memang ideal bagi semua pihak. Tidak hanya dari suara rakyat melalui pemilihan tetapi juga dukungan di parlemen.
"Agar itu nanti senapas untuk mendapatkan dukungan 50 persen plus satu di parlemen. Sehingga pemerintahan ke depan tidak hanya memiliki legitimasi elektoral tetapi juga memiliki legitimasi dari dukungan yang ada di parlemen," paparnya.
Saat ini, disampaikan Hasto, pihaknya masih akan berfokus untuk mendukung Presiden Jokowi dalam menyelesaikan masa jabatannya. Termasuk dengan menuntaskan masalah ekonomi yang tengah melanda Indonesia.
Baca Juga: Dwayne Johnson Lebih Pilih Jadi Ayah daripada Calon Presiden Amerika Serikat
"Kalau progres dari visi misi capres dan cawapres yang disiapkan oleh balaipus PDI Perjuangan dan Megawati Institut juga kami konekkan dengan tim di istana itu sudah 80 persen. Tapi kalau masalah nama itu nanti kewenangan Ibu Mega," tuturnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
Terkini
-
5 Tahun Holding UMi, Sinergi BRI, Pegadaian, dan PNM Dorong UMKM Bertumbuh
-
Lima Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, Muhammadiyah Minta Pencarian Gunakan Teknologi Terbaru
-
Heboh LHKP Muhammadiyah Cap Program MBG Haram, Haedar Nashir Buka Suara
-
Jelang Tanwir ke-114, Muhammadiyah Sentil Masalah Bangsa Menumpuk, Elite Tak Gerak Cepat
-
Dana Desa Dipangkas untuk Kopdes Merah Putih, Banyak Lurah Takut Masuk Penjara, DIY Andalkan Danais