SuaraJogja.id - Papan promosi iklan nasi goreng di dekat sebuah lampu merah ini menarik sejumlah warganet. Mulanya, banyak yang menyangka papan itu benar-benar memberikan petunjuk jalan karena berukuran besar dan berwarna hijau.
Namun, saat dibaca ada yang aneh, seperti Bandung Jauh Pisan 500 km, Semarang Lumayan Jauh 75 km, dan Nasi Goreng Paling Dekat 0 km dengan tanda anak panah ke kiri yang menunjuk langsung warung makannya.
Foto papan promosi nasi goreng itu diunggah oleh akun Twitter @ndagels, dikutip Selasa (11/10/2022). Sejak diunggah, postingan itu sudah mendapat 21 ribu likes dan ratusan komentar warganet.
Banyak komentar positif yang mengapresiasi papan promosi nasi goreng tersebut. "Marketing yang menarik, ga kaleng-kaleng wkwk," sanjung Nia.
"Strategi marketing lulusan harvard," tulis warganet lainnya.
Lain lagi dengan warganet bernama Anisa yang menganggapnya keren. "Ngakak Wkwkwk. Marketingnya kereen," tulisnya.
"Pensiunan DLLAJR buka kuliner," sebut warganet lainnya.
Akira justru menganggap tim marketingnya bekerja keras untuk menemukan konsep promosi seperti itu."Marketingnya g makan gaji buta tp bneran work g nih? jgn cuma tertarik bwt ngakak tp tidak mampir wkwkjk," tulisnya.
"Itu bagus sih dan ada lampu merah, jadi kalu berenti pasti kebaca sama pengguna jalan, beda kalu ga ada lampu merah, dibaca aja ga mau, apalagi di lirik," tulis Tommy.
Baca Juga: Coba Bikin Nasi Goreng Sehat Pakai Resep dari dr.Zaidul Akbar, Pakai Kurma Beri Sensasi Berbeda
Kontributor : Ismoyo Sedjati
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- PJJ Jakarta 18 Agustus 2026 Besok: Berlaku untuk Sekolah Negeri-Swasta, ASN Boleh WFH 50 Persen
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
GEMPAR Dorong Pedagang Pasar Ngino Melek Digital Hingga Buka Wacana Pasar Sore
-
Festival Udin 2026, Merawat Ingatan 30 Tahun Kasus Udin
-
Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Screening 'Harusnya Horror' di Jogja Jelang Penayangan: Reza Arap dan AAAClan Disambut Meriah