SuaraJogja.id - Kasus ini bisa menjadi pelajaran ketika memesan makanan secara online. Pastikan untuk membayar makanan sesuai dengan harganya kepada driver ojol, supaya tidak malu seperti yang dialami oleh perempuan ini ketika memesan makanan.
Layanan Ojek Online atau ojol memudahkan pengguna untuk membeli makanan, tanpa harus ke restoran tersebut. Hal ini pastinya dapat mempermudah pengguna dalam memesan makanan sehingga tidak perlu berkendara atau mengantri di restoran.
Nantinya pengguna tidak membayar makanan yang dipesan kepada driver ojol, baik melalui pembayaran tunai atau nontunai. Hanya saja ketika Anda ingin membayar makanan ke driver ojol, pastikan dahulu uang yang diberikan, supaya tidak kurang seperti kasus perempuan ini.
Dalam video yang diunggah oleh akun instagram @dramaojol.id, memperlihatkan seorang perempuan yang ingin membayar pesanannya ke driver ojol. Makanan yang dipesan cukup banyak sehingga driver ojol itu sampai sedikit kesulitan ketika ingin memberikan makanan tersebut ke perempuan itu.
Setelah makanan diterima, selanjutnya perempuan ini pun langsung memberikan uang kepada driver ojol. Tampak kalau uang yang diberikan cukup banyak dan pecahan uangnya adalah Rp 50 ribuan. Pemberian uang banyak ini sengaja dilakukan karena perempuan ini ingin membayar sekaligus memberikan uang lebih atau tip kepada pengemudi ojol tersebut.
“Kembaliannya ambil saja ya mas ya,” kata perempuan itu.
Driver ojol ini pun langsung menerima, dan tidak langsung pergi. Dirinya menghitung terlebih dahulu uang yang diterimanya dan ternyata uang pemberian perempuan itu kurang.
“Kurang mba,” balas driver ojol.
Video ini pung langsung viral di Instagram. Warganet yang menyaksikan video ini langsung menyerbu kolom komentar dan memberikan tanggapannya.
“Coba kalo drivernya langsung jalan gimana nombok,” ujar warganet.
“Mudah-mudahan setelah itu drivernya beneran dikasih lebihnya,” tutur warganet.
“Pantesan kalo order tunai tuh suka lama ngambilnya. Tetau kalo ada org begini nih. Demi konten niat mau dikata dermawan tetau kurang. Malah uangnya dilipat begitu. Dan banyak kejadian juga pakai uang palsu,” jelas warganet.
“Sengaja mau bikin konten kebaikan ehhh ternyata bikin malu diri sendiri,” ucap warganet.
Hingga saat ini komentar masih terus berdatangan, dan video pun memperoleh 35 ribu lebih like dari warganet.
Kontributor : Dinar Oktarini
Berita Terkait
-
Isi Fingerprint Berdua, HP Ini Ajaib Bisa Dibuka Dua Orang Sekaligus
-
Usia Hanya Angka, Viral Siswa SMA Akhirnya Nikahi Gurunya
-
Kocak! Penipu Ini Malah Insecure dan Ngaku Bodoh karena Gagal Lakukan Penipuan
-
Driver Ojol Superhero Bantu Gendong Seorang Pria Pingsan hingga Ujung Jembatan, Warganet Salut: Panjang Usia Pak
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Beredar 24 Nama Terseret Kasus BGN, Kuasa Hukum Sony Sonjaya: Nama Itu Sudah Diserahkan ke Penyidik
Pilihan
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
Terkini
-
Kemarau Panjang Mengintai, Penyakit dari Flu, Iritasi Mata hingga Dehidrasi Ancam Warga Bantul
-
8 Orang Diperiksa dalam Kasus Dugaan Malapraktik, Dua Dokter RSUD Prambanan Dimintai Keterangan
-
Shafiyah Journey & Expo 2026 Bakal Hadir di Jogja: Jadi Ruang Terpadu Gaya Hidup Islami
-
Persulit Usulan Gelar Pahlawan HB II, Trah Sultan Gugat UU Gelar dan Tanda Jasa ke MK
-
Kenaikan Harga Pertamax Picu Efek Domino, Akademisi Desak Pemerintah Evaluasi Subsidi BBM