SuaraJogja.id - Viral video Presiden Joko Widodo (Jokowi) diduga tidak mau membalas ajakan pelukan dari Surya Paloh, Ketua Umum Partai Nasdem dalam perayaan puncak HUT ke-58 Partai Golkar. Warganet pun mengaitkannya dengan Anies Baswedan sebagai calon presiden dari Partai Nasdem.
Video itu diunggah oleh akun Twitter @ekokunthadi, Sabtu (22/10/2022). Tayangan ini pun sudah ditonton sebanyak 20 ribu kali dengan ratusan komentar. "Bahasa tubuh Pak Jokowi tidak bisa membohongi perasaannya,"tulis keterangannya.
Warganet pun memberikan komentarnya terkait video tayangan tersebut. "Monggo Pak @jokowi ganti politisi nasdem dari kabinet. Nasdem harus kembali jadi oposisi murni sampai 2024," tulis warganet lainnya.
"Minta jatah menteri udah dapat lalu say goodbye, ini sih licik," tulis warganet lainnya.
"Sudah bukan temanlah kalo mesra terus dengan yang tiap hari menghujat dirinya, duduk semeja terus dengan kumpulan yg terus-terusan menjahati Pakdhe. Padhal selama ini cuma numpang berkuasa sama Pakdhe. Pakdhe lah yang bikin partai ini bisa jadi 9 persen. Pakdhe juga yg bisa bikin punah," tulisnya.
"Pak jokowi memang politisi handal, gak usah banyak bicara. Dengan gestur nya udah bisa menjelaskan keadaan. Kayaknya om bewok salah ambil keputusan," tulis Yogik Wardoyo.
Ada warganet yang menyarankan menteri-menteri dari Partai Nasdem untuk mundur.
"Sebaiknya partai @NasDem paham donk, masa ga bisa hire pakar gestur, daripada ketumnya kena jab tipis-tipis mulu dari presiden, ya mbok itu para menteri mundurlah, ga kasihan apa ketumnya diperlakukan begitu dirumah lamanya?" tulis dia.
"Dalam politik tak ada hubungan yang abadi. Yang abadi cuma KEPENTINGAN," tulis Riko Sulistyo.
Tonton videonya di sini.
Kontributor : Ismoyo Sedjati
Berita Terkait
-
Anies Baswedan Terancam Jika Nasdem Ogah Hengkang dari Kabinet, Rocky Gerung: PKS dan Demokrat Kesulitan Gabung
-
Surya Paloh Klaim Tak Sembrono Pilih Anies Baswedan Capres 2024, Sekjen PDIP: Nasdem Usung Antitesa Jokowi!
-
Bertemu di HUT Golkar, Jokowi Enggan Balas Pelukan Surya Paloh, NasDem: Bukan Pertama Kali Terjadi
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
Pilihan
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Terkini
-
Ucapan 'Londo Ireng' Prabowo Dinilai Ancam Demokrasi, Jurnalis: Kami Bukan Musuh Negara
-
BRI Peduli Libatkan Petani Lokal Hijaukan Pesisir dengan 24.000 Mangrove
-
Kongres 3 Organisasi Kedokteran, Satukan Visi Hadapi Tantangan Penyakit Pencernaan dan Hati
-
GEMPAR Dorong Pasar Kebonagung Berkembang sebagai Destinasi Wisata Kuliner
-
Menjangkau yang Terpencil, Mantri BRI Layani Toraja Utara