SuaraJogja.id - Peneliti Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan UGM Hempri Suyatna menilai memang diperlukan kenaikan upah minimum buruh di DIY. Menurutnya upah minimum saat ini sudah tidak layak untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat Jogja.
"Kalau dari saya tidak layak ya, yang jelas kan sekarang BBM itu naik jadi Rp10 ribu, belum lagi kebutuhan-kebutuhan harga pokok misalnya. Jelas enggak cukup ya apalagi untuk misalnya kebutuhan sekolah, ada dana sosial sumbangan juga. Jadi memang (UMP DIY 2022) Rp1,8 juta itu tidak cukup," kata Hempri saat dihubungi awak media, Senin (31/10/2022).
Diketahui Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI) DI Yogyakarta (DIY) bahkan telah memberikan sejumlah tuntutan terkait dengan upah tersebut. Salah satunya dengan menuntut Pemda DIY untuk menaikkan Upah Minimum Kabupaten atau Kota (UMK) menjadi Rp 3,7 juta hingga Rp 4,2 juta.
"Kalau tidak salah perhitungan kebutuhan hidup layak kemarin Rp4,2 juta ya di DIY. Nah saya kira 1,8 jelas tidak cukup. Sehingga menurut saya memang harus ada kenaikan untuk itu," ucapnya.
Kendati demikian, Hempri menilai kenaikan upah itu tidak bisa diberikan tanpa pertimbangan yang matang. Tetap diperlukan berbagai perhitungan secara rasional untuk menentukan angka tersebut.
Dalam hal ini pemerintah tidak hanya perlu mempertimbangkan kesejahteraan buruh saja. Melainkan juga dari sisi kesehatan perusahaan itu sendiri.
"Kenaikan-kenaikan itu juga harus kita lihat secara rasional, artinya kita lihat dari sisi ya buruh juga harus tetap sejahtera. Satu sisi kita juga harus lihat bagaimana inflasi, iklim investasi di daerah, saya kira itu juga perlu menjadi pertimbangan-pertimbangan," tuturnya
"Sehingga ya harapannya terjadi titik temu kompromi antara misalnya perusahaan dengan buruh," imbuhnya.
Jika kenaikan upah pada 2023 tidak terlalu signifikan seperti pada tahun-tahun sebelumnya maka, kata Hempri akan memberatkan dari sisi buruh. Mengingat saat ini harga-harga kebutuhan pokok terus meningkat.
Baca Juga: Ada Dugaan Mafia Tanah, LBH PW Anshor DIY Buka Posko Pengaduan
"Iya (berat kalau hanya naik sedikit). Artinya memang kenaikan harga bbm ini kan Rp10 ribu lumayan itu yang akhirnya menularnya ke kebutuhan-kebutuhan pokok. Upah ini ya harus naik lah menurut saya," tandasnya.
Berita Terkait
-
Kritik Keterlibatan Ketua KPK di Danantara, PUKAT UGM: kalau Terjadi Korupsi Mau Bagaimana?
-
Ramai Soal Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Merasa Janggal : Ijazah Keluar Duluan Baru Skripsi?
-
Hasan Nasbi Beri Saran Teror Kepala Babi ke Tempo Dimasak, Dosen UGM: Pejabat Begini Menyedihkan
-
UGM Klarifikasi Tuduhan Ijazah Palsu Jokowi Gegara Times New Roman, Publik Makin Curiga
-
Isu Ijazah Jokowi Palsu: UGM Jelaskan Pemakaian Font Times New Roman di Tahun 1985
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Menghitung Ranking FIFA Timnas Indonesia Jika Menang, Imbang, atau Kalah Melawan China
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
Kilas DIY: Bocah Jabar Nekat Curi Motor di Bantul hingga Penemuan Mayat di Sungai Progo
-
Jalur Selatan Alami Lonjakan, Polres Kulon Progo Lakukan Buka Tutup Jalur Utama
-
Okupansi Hotel Anjlok 20 Persen di Momen Lebaran, Permintaan Relaksasi PHRI Tak Digubris Pemerintah
-
Gembira Loka Zoo Hadirkan Zona Cakar, Pengalaman Baru untuk Pengunjung Berjalan Bersama Satwa Buas
-
Mudik ke Jogja? BPBD Ingatkan Potensi Bencana Alam: Pantai Selatan Paling Rawan