SuaraJogja.id - Upaya pencarian Dimas Ismoyo Nugroho (23) warga Dusun Jragung Kalurahan Jogotirto Kapanewon Berbah Sleman yang hilang di Pantai Jungwok Kalurahan Jepitu Kapanewon Girisubo Gunungkidul akhirnya membuahkan hasil.
"Korban ditemukan 20 meter dari bibir pantai tersebut,"tutur Koordinator SAR Linmas Wilayah I Sunu Handoko Senin (7/11/2022).Senin pagi.
TIM SAR Gabungan melanjutkan proses pencarian terhadap Dimas. Operasi hari ini sudah mereka buka mulai pukul 05.30 WIB dengan mengerahkan puluhan personil.
Secara tehnis ada dua tim Search Rescue Unit (SRU) yang melakukan pencarian. Melalui darat ataupun laut Sunu menyebutkan personil SRU darat akan ia kerahkan untuk menyusuri tebing-tebing dan memantau dari dataran tinggi baik di sisi barat maupun timur tempat kejadian perkara (TKP).
"Untuk hari senin ini, kami akan mencari dengan radius 500 meter ke barat dan 500 meter ke timur dari lokasi korban tenggelam,"ujar dia.
Sementara untuk tim laut, mereka akan menurunkan 2 perahu Jukung. 2 perahu jukung ini akan mereka kerahkan untuk melakukan penyisiran ke timur 3 mil laut begitu juga ke barat sejauh 3 mil laut.
Sunu menambahkan ada 1 jet ski yang melakukan penyisiran di seputaran TKP. Jet ski ini juga akan menunggu perkembangan baik untuk melakukan pengejaran korban bilamana terlihat.
Dan ketika melakukan penyisiran, sekira Pukul 08:45 WIB Tim Sar Melihat benda mencurigakan terapung tepat di depan Pantai Jungwok dengan jarak 20 meter dari bibir pantai.
Tim SAR langsung mendekati benda tersebut, dan mengkonfirmasi bahwa benda mencurigakan tersebut adalah sesosok Jenazah. Tim SAR kemudian langsung mengevakuasi jasad tersebut ke daratan.
Baca Juga: Peristiwa Bunuh Diri di Gunungkidul Mencapai 27 Kasus Selama Tahun 2022, Terkini Terjadi di Ponjong
"Kami langsung meminta identifikasi dari keluarganya untuk memastikan identitas jasad tersebut,"kata dia.
Pada Pukul 09.00 WIB Tim SAR mengkonfirmasi kepada pihak keluarga korban. Dan keluarga membenarkan bahwa jenazah yang ditemukan tersebut merupakan jenazah dari Dimas.
"Jenazah segera di bawa ke RSUD Wonosari untuk dilakukan Otopsi,"kata dia.
Seperti diberitakan sebelumnya, Dimas dikabarkan hilang ketika bermain di bebatuan terpisah dari rombongannya di Pantai Jungwok, Minggu (6/11/2022) sore. Peristiwa tersebut bermula ketika rombongan tiba di pantai jungwok kurang lebih pukul 13.30 WIB.
Pada pukul 16.00 Wib terlihat korban memisahkan diri dari rombongan dan bermain di atas bebatuan kering yg relatif aman sebelah barat pantai jungwok Korban terlihat semakin berjalan ke barat di balik bebatuan, sehingga dilakukan peringatan oleh tim SAR tapi karena terlalu jauh sehingga tidak mendengar.
Salah satu temannya yang mendengar himbauan tim SAR segera menyusul dan mencari dibalik bebatuan. Setelah sesampainya di balik bebatuan, korban sudah terlihat terjebur ke laut dan terbawa arus ke tengah.
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
BRI Sediakan Kemudahan dalam Menerima dan Mengelola Kiriman Dana untuk Keluarga PMI
-
Ekonom UGM Wanti-wanti: Jangan Sampai WFH Demi Hemat BBM 'Bunuh' Warung dan Ojol
-
Waspada Campak Mengintai di Musim Liburan: Kenali Gejala, Komplikasi, dan Pentingnya Vaksinasi!
-
Ingin Berwisata ke Lereng Merapi saat Libur Lebaran, Simak Aktivitas Vulkanik Gunung Merapi Sepekan
-
Ribuan Warga Ngalap Berkah Garebeg Syawal, Tradisi Bertahan di Tengah Gempuran Modernisasi