SuaraJogja.id - Mantan Presiden FIFA sebelumnya, Sepp Blatter, mengungkapkan jika ditunjuknya Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 merupakan sebuah kesalahan yang ia lakukan.
Dilansir dari Sun Sport (9/11/2022) Sepp Blatter secara terang-terangan menceritakan kronologi awal hingga dipilihnya Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022.
“Pilihan Qatar adalah sebuah kesalahan," ungkap mantan Presiden FIFA Itu.
Sepp Blatter menceritakan bahwa sebenarnya setelah Rusia menjadi tuan rumah Piala Dunia pada tahun 2018, maka untuk event berikutnya pihaknya akan menunjuk Amerika Serikat sebagai tuan rumah. Namun satu minggu sebelum kongres dilakukan ada kejadian yang membuat perubahan dari rencana awal.
“Saat itu, kami sebenarnya sepakat di Komite Eksekutif bahwa Rusia harus mendapatkan Piala Dunia 2018 dan Amerika Serikat pada 2022. Itu akan menjadi isyarat perdamaian jika dua lawan politik lama menjadi tuan rumah Piala Dunia satu demi satu," cerita Sepp Blatter.
“Tapi seminggu sebelum Kongres FIFA 2010, Michel Platini menelepon saya dan mengatakan rencana kami tidak akan berhasil lagi. Dia memberi tahu saya bahwa dia telah diundang ke Istana Elysée, di mana Presiden Prancis Sarkozy baru saja makan siang dengan Putra Mahkota Qatar," jelasnya.
“Sarkozy berkata kepada Platini: 'Lihat apa yang Anda dan rekan Anda dari UEFA dapat lakukan untuk Qatar ketika Piala Dunia diberikan'. Saya kemudian bertanya kepadanya, 'Dan sekarang?' dan dia menjawab: 'Sepp, apa yang akan Anda lakukan jika Presiden Anda meminta sesuatu dari Anda?" ceritanya.
“Jadi saya tidak bisa mengandalkan Platini lagi. Hasilnya persis seperti ini: Berkat empat suara Platini dan rakyatnya, Piala Dunia jatuh ke Qatar alih-alih AS. Itulah yang sebenarnya."
Blatter, yang nyaris tidak menyembunyikan kemarahannya atas keputusan komite yang saat itu berusia 22 tahun, mengungkapkan bahwa sanya Qatar merupakan negara yang terlalu kecil untuk sebuah event Piala Dunia.
“Qatar adalah negara yang terlalu kecil. Sepak bola dan Piala Dunia terlalu besar untuk itu. Pilihannya buruk,” ungkap eks Presiden FIFA, Sepp Blatter.
Kontributor : Moh. Afaf El Kurnia
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Sri Sultan Absen dari Agenda Pemerintahan, Paku Alam X Ditunjuk Jadi Plh Gubernur DIY
-
Rp4,6 Miliar Digelontorkan, Mesin Produksi Susu di DIY Diduga Tak Pernah Berfungsi
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Pameran ARCHIVEPELAGO: 45 Tahun Garin Nugroho Menyemai Indonesia
-
Segera Diadili Pengadilan, 13 Tersangka Kasus Little Aresha Dipindah ke Lapas Perempuan Gunungkidul