- Petugas Imigrasi Yogyakarta menggagalkan keberangkatan tiga pria yang diduga melakukan perjalanan haji non-prosedural melalui Bandara Internasional Yogyakarta.
- Pelaku terdeteksi melalui sistem keimigrasian dengan skor pengawasan maksimal saat mencoba keluar negeri menggunakan modus perjalanan wisata.
- Langkah penundaan keberangkatan dilakukan sebagai tindakan preventif untuk melindungi warga negara dari risiko penipuan dan tindak pidana.
SuaraJogja.id - Petugas Lalu Lintas Keimigrasian (Lantaskim) Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta berhasil menggagalkan upaya keberangkatan tiga orang pria melalui Bandara Internasional Yogyakarta (YIA). Ketiganya diduga kuat hendak melaksanakan ibadah haji secara non-prosedural dengan menggunakan modus perjalanan wisata ke luar negeri.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta, Tedy Riyandi, menuturkan para pelaku terdeteksi memiliki rekam jejak yang mencurigakan saat dilakukan pemeriksaan pada sistem keimigrasian.
"Langkah penundaan berangkat ini adalah upaya serius kami dalam melindungi warga negara," kata Tedy, dikutip, Jumat (8/5/2026).
Adapun kronologi pendeteksian pertama bermula pada Sabtu (25/4/2026) lalu. Saat itu seorang pria berinisial MDM diperiksa petugas.
Kepada petugas, MDM mengaku hanya ingin berwisata ke Singapura namun sistem menunjukkan data yang berbeda. Melalui aplikasi pengawasan, MDM terdeteksi sebagai Subject of Interest (SOI) dengan skor 100 atau skor maksimal.
Sistem mengungkap bahwa pria tersebut sebelumnya pernah mencoba berangkat ke Jeddah melalui pintu perbatasan lain namun berujung pada kegagalan.
Kasus serupa kembali terulang pada Senin (4/5/2026) yang melibatkan dua pria WNI berinisial Y dan K dengan rute tujuan Kuala Lumpur. Sama seperti kasus sebelumnya, integrasi data sistem imigrasi menunjukkan keduanya menyandang status Subjek SOI dengan skor sempurna.
Disampaikan Tedy bahwa prosedur ketat ini tidak bermaksud untuk mempersulit masyarakat yang ingin bepergian ke luar negeri.
"Perlu dipahami bahwa hal ini bukan bertujuan untuk menyusahkan atau sekadar curiga terhadap warga negara Indonesia, melainkan murni untuk melindungi mereka agar tidak terlantar atau bermasalah di luar negeri," tuturnya.
Baca Juga: Niat Keluar Cari Sasaran, Komplotan Remaja Bacok Pemuda di Jalan Godean Sleman
Tedy menambahkan bahwa pihaknya berkomitmen penuh untuk memastikan seluruh prosedur keimigrasian ditaati demi menghindari risiko tindak pidana.
"Kami ingin memastikan setiap warga negara menyeberangi perbatasan dengan dokumen dan prosedur yang sah demi keselamatan mereka," tuturnya.
Atas temuan ini petugas Lantaskim mengambil langkah preventif dengan melakukan penundaan keberangkatan terhadap ketiga orang tersebut.
Langkah ini diambil guna mencegah para WNI menjadi korban tindak pidana perdagangan orang atau penipuan bermodus haji ilegal yang dapat menyulitkan mereka saat berada di luar negeri.
Imigrasi Yogyakarta mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan tidak tergiur tawaran ibadah haji jalur cepat yang melanggar regulasi pemerintah.
"Ada indikasi kuat risiko yang akan dihadapi jika mereka tetap berangkat secara tidak resmi," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Media Israel Sindir Presiden Prabowo: Setahun Lalu Dukung Kami Sekarang Teriak Free Palestina
Pilihan
-
Miras Oplosan Tewaskan 4 Orang di Cianjur, 2 Korban Masih Kritis
-
Tangis Ibrahim al-Madani Saat Pertama Azan di Masjidil Haram, Sang Muazin Tutup Usia di 51 Tahun
-
Merumuskan Kembali Bisnis Media Masa Depan di Local Media Summit 2026
-
KPK OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena
-
KPK Geledah Rumah Mewah Polisi Yayat Sudrajat di Depok, Terkait Kasus Suap Bekasi
Terkini
-
4 Atlet Junior Padel DIY Tembus Seleksi Timnas KU-18, Buktikan Bakat Tak Kenal Latar Belakang
-
Jogja Disesaki Ratusan Kampus, Tapi Tambang Ide Belum Banyak Terserap Masyarakat
-
11 Bangunan Lama Diratakan dengan Tanah, Wajah Stasiun Lempuyangan Mulai Diubah
-
Perkuat Portofolio, BRI Wealth Management Ungkap Strategi Diversifikasi Investasi Syariah
-
Hanung Bramantyo Bawa Sejarah Kelam 1965 Lewat Film Horor Lobang Buaya, Berharap Buka Ruang Diskusi