- Jamaah haji asal Kulon Progo bernama Ngadikin Harjowiyono meninggal dunia di Mekkah pada Jumat, 8 Mei 2026 dini hari.
- Almarhum mengalami serangan jantung akibat kelelahan setelah mengikuti serangkaian ibadah sunnah secara berlebihan di Tanah Suci.
- Pihak Kankemenhaj Kulon Progo memastikan almarhum mendapatkan santunan asuransi serta pelaksanaan haji badal oleh petugas di Arab Saudi.
SuaraJogja.id - Seorang jamaah haji asal Kulon Progo yang tergabung dalam Kloter YIA 1 dilaporkan meninggal dunia di Mekkah, Arab Saudi, pada Jumat (8/5/2026) dini hari waktu setempat. Jamaah tersebut diketahui bernama Ngadikin Harjowiyono (59), anggota rombongan 2 regu 8.
Kasi Pembinaan Layanan Haji dan Umrah, Kankemenhaj Kulon Progo, Kholistin Arifiyani, mengatakan almarhum diduga mengalami serangan jantung yang dipicu kelelahan setelah menjalani rangkaian ibadah sunnah sejak tiba di Tanah Suci.
"Menurut dokter kloter serangan jantung karena kelelahan. Kalau beliau yang meninggal itu memang punya riwayat jantung," kata Kholistin saat dikonfirmasi, Jumat (8/5/2026).
Disampaikan Kholistin, sebelum meninggal dunia, Ngadikin diketahui mengikuti city tour selama dua hari berturut-turut dan rutin pergi ke Masjidil Haram untuk melaksanakan umrah sunnah. Aktivitas tersebut dinilai cukup berat, terlebih mengingat kondisi fisik almarhum yang memiliki riwayat penyakit jantung.
Menurut Kholistin, tenaga medis kloter sebenarnya sudah mengingatkan para jamaah agar tidak terlalu memaksakan diri menjalankan ibadah sunnah.
Hal itu mengingat puncak ibadah haji masih akan berlangsung pada 10 Dzulhijjah. Sehingga jamaah memang diminta menjaga stamina sejak awal.
"Tapi ya namanya euforia baru sampai di sana kan, ikut yang muda-muda setiap hari ibadah ke Masjidil Haram, ikut city tour, terus setiap hari ikut umroh, ambil niat untuk umroh sunnah, itu kan melelahkan kalau untuk orang tua," ungkapnya.
Ia menuturkan, sesaat sebelum meninggal, Ngadikin baru saja pulang dari Masjidil Haram usai menjalankan umrah sunnah. Saat tiba di penginapan, almarhum mengeluhkan sesak di dada dan langsung mendapatkan penanganan awal dari dokter serta perawat kloter.
"Sempat di-EKG oleh teman-teman nakes yang mengikuti yang di kloter, sempat dikasih tindakan. Tapi kemudian ternyata harus dirujuk," tandasnya.
Baca Juga: Kasus Haji Ilegal Marak, Pemerintah Didesak Tutup Jalur Internasional Sementara
Ngadikin kemudian dirujuk ke Rumah Sakit An-Nur Mekkah. Namun, tidak lama setelah tiba di rumah sakit, ia dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 03.00 waktu Arab Saudi.
Almarhum berangkat haji bersama istrinya yang kini tetap melanjutkan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.
Kholistin bilang untuk proses pemakaman, jamaah haji yang wafat di Mekkah langsung disalatkan di Masjidil Haram dan dimakamkan di sana. Sementara Kankemenhaj Kulon Progo telah mendatangi keluarga almarhum di Kulon Progo terkait informasi ini.
"Kalau untuk jamaah haji yang wafat di Mekkah kan langsung dikuburkan, disalatkan di Masjidil Haram, terus dikuburkan di sana. Kalau di sana itu proses mengubur itu cepat sekali," ungkapnya.
Kankemenhaj Kulon Progo menuturkan almarhum akan mendapatkan hak berupa asuransi sebesar 100 persen dari setoran Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH). Sementara pelaksanaan hajinya akan dibadalkan oleh petugas haji yang berada di Arab Saudi.
Dalam kesempatan ini, Kholistin mengimbau seluruh jamaah haji agar tidak terlalu memforsir tenaga untuk ibadah sunnah. Terlebih jemaah haji membutuhkan energi lebih saat puncak haji nanti.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Anggaran BOSDa DIY 2026 Dipangkas Rp9 Miliar, Sekolah Kecil Terancam Tak Mampu Beroperasi
-
Diduga Kelelahan dan Serangan Jantung, Satu Jamaah Haji Asal Kulon Progo Wafat di Mekkah
-
Hari Ini, BRI Bayar Dividen Para Investor
-
Modus Wisata ke Luar Negeri, Imigrasi Yogyakarta Gagalkan Tiga Pria Diduga Jemaah Haji Ilegal
-
Kereta Gantung Sepanjang 8 KM Bakal Dibangun di Kawasan Prambanan Sleman, Investasinya Rp200 Miliar