Indah Suryani sendiri mengetahui pembangunan tersebut namun tidak secara detail mengingat hal itu menjadi ranah panitia pembangunan.
Terkait dengan rangka atap, Indah tidak mengetahui mengapa menggunakan baja ringan dan genteng press karena dia tahu tiba-tiba saja ada baja ringan.
"Tahu-tahu terpasang. Ya wis tak anggap itu sesuai dengan permintaan panitia pembangunan karena itu ranah mereka," tambahnya
Indah menyesalkan pengerjaan yang kurang maksimal dari para pemborong. Karena sejatinya sekolah hanya menginginkan bangunan yang baik dan aman bagi anak-anak, namun ternyata dikerjakan dengan asal-asalan.
"Saya itu nggih heran ya, itu sama sing nggawe, kontraktornya. kok iso koyo ngono. saya golek duit wae rekoso malah koyo ngene," keluhnya.
Kontributor : Julianto
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Sri Sultan Absen dari Agenda Pemerintahan, Paku Alam X Ditunjuk Jadi Plh Gubernur DIY
-
Rp4,6 Miliar Digelontorkan, Mesin Produksi Susu di DIY Diduga Tak Pernah Berfungsi
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Pameran ARCHIVEPELAGO: 45 Tahun Garin Nugroho Menyemai Indonesia
-
Segera Diadili Pengadilan, 13 Tersangka Kasus Little Aresha Dipindah ke Lapas Perempuan Gunungkidul