Indah Suryani sendiri mengetahui pembangunan tersebut namun tidak secara detail mengingat hal itu menjadi ranah panitia pembangunan.
Terkait dengan rangka atap, Indah tidak mengetahui mengapa menggunakan baja ringan dan genteng press karena dia tahu tiba-tiba saja ada baja ringan.
"Tahu-tahu terpasang. Ya wis tak anggap itu sesuai dengan permintaan panitia pembangunan karena itu ranah mereka," tambahnya
Indah menyesalkan pengerjaan yang kurang maksimal dari para pemborong. Karena sejatinya sekolah hanya menginginkan bangunan yang baik dan aman bagi anak-anak, namun ternyata dikerjakan dengan asal-asalan.
"Saya itu nggih heran ya, itu sama sing nggawe, kontraktornya. kok iso koyo ngono. saya golek duit wae rekoso malah koyo ngene," keluhnya.
Kontributor : Julianto
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Cara Aktifkan Fitur End-to-End Encryption WhatsApp, Pastikan Obrolan Rahasiamu Bebas Sadap
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
- Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Pasien Rumah Sakit di Bantul Ditangkap Polisi Usai Lecehkan Perawat
-
Buntut Foto Wapres Gibran Diturunkan, Kemendagri Hubungi DPRD DIY, Setwan Langsung Evaluasi
-
Bukan Aksi Sepihak, Forum Kebangsaan DIY Klaim Penurunan Foto Gibran Dipelopori Anggota Dewan
-
Ponpes HQ Sukoharjo Digeledah Polisi, Menag Tegaskan Hukum Berbicara
-
Tukang Cukur hingga Warteg Kena Pajak, Sultan Sebut Seperti Zaman VOC