"Saya melihat informasi, bahwa waktu membuat BAP itu, pada waktu masih kekuasaan Sambo masih ada, sehingga ada dipasang seperti headset di sini (di telinga) sehingga menjawabnya ada yang mendiktekan," katanya.
2. Kesaksian ART Bernama Susi yang Tidak Konsisten
Susi kerap menjawab tidak tahu untuk sejumlah pertanyaan yang diajukan hakim. Dalam beberapa pertanyaan, ia dengan cepat mengatakan tidak tahu tanpa berpikir lebih dulu.
Susi juga menjawab pertanyaan sederhana dengan berbelit.Jaksa Penuntut Umum menduga Susi telah diarahkan sebelum persidangan dengan memakai perangkat audio jarak jauh atau handsfree.
3. Ferdy Sambo Tidak Ikut Swab di Hari Kematian Brigadir J
Hal itu terungkap berdasarkan keterangan saksi ahli kesehatan Nevi Afrilia. Berdasarkan keterangan Nevi, yang melakukan tes swab PCR pada tanggal 8 Juli 2022 hanya Putri Candrawati, Susi, Nofriansyah Yosua Hutabarat, dan Richard Eliezer Pudihang Lumiu.
Saat itu, Hakim menanyakan, apakah Sambo ikut menjalani tes? Nevi menjawab tidak melihat mantan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Polri tersebut. "Tidak ada. Tidak," kata Nevi.
Padahal, Ferdy Sambo sempat beralibi dirinya sedang menjalani tes swab PCR saat tewasnya Yosua.
4. Mobil Ambulans Dilarang Hidupkan Sirene
Dalam persidangan beberapa waktu lalu, terungkap bahwa terdapat kejanggalan saat jenazah Brigadir J dibawa ke rumah sakit.
Ahmad, sopir ambulans yang membawa jenazah Brigadir J mengatakan mendapat perintah tidak menyalakan sirine saat meninggalkan kawasan kompleks Polri Duren Tiga. Larangan itu sudah berlaku sejak pertama kali ia datang ke kawasan Duren Tiga.
Ahmad bercerita permintaan mematikan sirine diterima saat tiba di depan gapura Komplek Polri, Duren Tiga dari sejumlah provos yang berjaga. Saat meninggalkan kediaman Ferdy Sambo dengan jenazah Brigadir J di dalam ambulans, ia juga kembali mematikan sirine.
5. Ahmad Merasa Janggal Jenazah Brigadir J Dibawa ke IGD
Ahmad mengaku heran setiba di rumah sakit ia diminta petugas polisi yang menemani untuk membawa jenazah Brigadir J ke Instalasi Gawat Darurat (IGD).
"Saya bertanya Pak izin kok IGD dulu, biasanya kalau saya langsung ke kamar jenazah, forensik. 'Oh, saya juga enggak tahu mas ikuti perintah aja.' Oh baik," tutur Ahmad menceritakan.
Berita Terkait
-
Parah! Elza Syarif Sebut Keterangan Saksi Kasus Sambo Diduga Settingan: Ada yang Pakai Handsfree
-
CEK FAKTA: Benarkah Putri Candrawathi dan Kuat Ma'ruf Sudah Nikah Siri, Bikin Ferdy Sambo Menyesal Bunuh Brigadir J?
-
Deklrasi Koalisi Perubahan Dinilai Gagal Akibat Bandar Belum Sepakat, Surya Paloh Angkat Bicara Turut Bawa Nama Ferdy Sambo
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
5 Tahun Holding UMi, Sinergi BRI, Pegadaian, dan PNM Dorong UMKM Bertumbuh
-
Lima Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, Muhammadiyah Minta Pencarian Gunakan Teknologi Terbaru
-
Heboh LHKP Muhammadiyah Cap Program MBG Haram, Haedar Nashir Buka Suara
-
Jelang Tanwir ke-114, Muhammadiyah Sentil Masalah Bangsa Menumpuk, Elite Tak Gerak Cepat
-
Dana Desa Dipangkas untuk Kopdes Merah Putih, Banyak Lurah Takut Masuk Penjara, DIY Andalkan Danais