SuaraJogja.id - Jogja tidak hanya kental dengan wisata budaya dan alamnya saja. Terdapat wisata sejarah yang patut kamu ketahui, dan kunjungi apabila berencana untuk liburan ke Kota Pelajar ini. Kira-kira apa saja ya rekomendasi wisata penuh sejarah yang ada di Jogja?
Terdapat beberapa tempat bersejarah yang bisa kamu datangi, apabila sedang berada di Jogja. Berbagai wisata tersebut, menyimpan sejarah yang panjang dan cerita-cerita menarik untuk disimak. Selain itu, ada peninggalan masa lalu, yang bisa menjadi pelajaran di masa depan.
Buat kamu yang ingin liburan ke Jogja, dan melaksanakan liburan di kota ini yuk disimak 4 rekomendasi wisata Jogja yang penuh sejarah.
1. Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat
Tempat pertama yang harus dikunjungi adalah Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Keraton ini didirikan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I sekitar tahun 1755 tepatnya beberapa bulan pasca Perjanjian Giyanti.
Ciri khas Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat adalah kental dengan kebudayaan Jawa. bukan cuma itu, arsitekturnya juga masih terjaga dari dulu hingga sekarang. Lokasi Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat berlokasi di Jl. Rotowijayan Blok No. 1, Kelurahan Panembahan, Kecamatan Kraton.
2. Situs Taman Sari
Taman Sari merupakan peninggalan Sri Sultan Hamengku Buwono I. Sesuai namanya Taman Sari merupakan taman yang dahulunya dipakai sebagai tempat rekreasi bagi sultan dan kerabat istana. Bukan cuma taman, di area ini adalah tempat yang unik bernama Sumur Gumuling.
Tempat ini berupa bangunan bertingkat dua dengan lantai bagian bawahnya terletak di bawah tanah. Lokasi situs Taman Sari berada di Jalan Taman, Kecamatan Kraton Kota Jogja.
Baca Juga: 4 Artis Korea yang Pernah Eksplor Jogja, ke Pantai Timang Gunungkidul Sampai Museum Erupsi Merapi
3. Keraton Kotagede
Rekomendasi wisata Jogja penuh sejarah berikutnya ada Keraton Kotagede. Wilayah ini dahulunya adalah ibu kota Kesultanan Mataram sekitar tahun 1586 sampai dengan 1613. Keraton Kotagede kental dengan perpaduan Islam dan zaman pra-Islam sehingga menyuguhkan konsep kawasan yang menarik.
Hingga kini situs Keraton Kotagede masih menyisakan beberapa bangunan kerajaan seperti benteng, pasar, masjid, dan pemakaman. Lokasi Keraton Kotagede di Jalan Mentaok Kotagede, Kota Jogja.
4. Situs Warungboto
Tempat wisata Jogja penuh sejarah yang terakhir adalah situs Warungboto. Situs ini nama aslinya adalah Pesanggrahan Rejawinangun, yang berfungsi sebagai sebuah pesanggrahan dan pemandian.
Situs tersebut mulai dibangun oleh Gusti Raden Mas Sundara sekitar tahun 1785 masehi. Hingga kini situs tersebut masih terjaga keasliannya, dan bagi kamu yang ingin berkunjung lokasinya ada di Jalan Veteran No. 77, Kelurahan Warungboto, Kêmantrèn Umbulharjo, Kota Jogja.
Berita Terkait
-
4 Artis Korea yang Pernah Eksplor Jogja, ke Pantai Timang Gunungkidul Sampai Museum Erupsi Merapi
-
Potrobayan River Camp, Spot Kemah Seru di Jogja Dengan Pemandangan Sungai
-
Usung Non Motorized Heritage Trail, Begini Usulan Penataan Kawasan Wisata Sejarah Metro Versi Mahasiswa ITERA
-
Mengenal Geblek, Makanan Khas Kulon Progo yang Diperkenalkan oleh Para Petani
-
Nikmati Wisata Sejarah Anti-mainstream, Coba Kunjungi Diorama Arsip Jogja!
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Bagaimana Cara Menonton Film Pesta Babi? Ini Syarat dan Prosedurnya
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Jogja Darurat Pendidikan: 5.023 Anak Putus Sekolah, Nasib Guru Honorer di Ujung Tanduk
-
Rupiah Tembus Rp17.600, Aisyiyah: Pernyataan Prabowo 'Desa Tak Butuh Dolar' Cederai Rakyat
-
Polisi Sebut Kasus Tewasnya Pelajar di Kawasan Kridosono Bukan Klitih, Tapi Perselisihan Antar Geng?
-
Update Kasus Daycare Little Aresha, Polresta Jogja Siapkan Pelimpahan 13 Tersangka ke Kejaksaan
-
Dinilai Terlalu Berbelit, Trah Sri Sultan HB II Ajukan Uji Materi UU Nomor 20 Tahun 2009 ke MK