SuaraJogja.id - Shayne Pattynama menjadi salah satu pemain naturalisasi untuk menambah kekuatan Timnas Indonesia di level senior.
Pemain yang memiliki darah keturunan Indonesia itu, beberapa hari lalu berkas permohonannya untuk menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) sudah mendapat persetujuan dari anggota Komisi X DPR RI.
Tahap selanjutnya Shayne Pattynama hanya tinggal menunggu tanda tangan dari Presiden Joko Widodo kemudian sang pemain menjalani sumpah kewarganegaraan.
Kendati demikian, pemain yang memiliki darah Indonesia dari sang ayah itu tidak hanya serta merta menjadi WNI kemudian memperkuat tim Merah Putih. Shayne Pattynama memiliki target yang ia pasang untuk Timnas Indonesia. Ia menginginkan suatu saat dirinya bisa membawa terbang lambang Garuda di dada hingga ke pentas Dunia.
Baca Juga: Negara Tetangga Ketar-ketir Lihat Sandy Walsh, Jordi Amat dan Shayne Pattynama Dinaturalisasi
"Saya ingin Indonesia main di Piala Dunia dan berkontribusi di Piala Asia nanti," ungkap Shayne Pattynama dilansir dari akun Instagram @timnasku, Senin (14/11/2022).
Target yang dipasang oleh pemain yang saat ini berusia 24 tahun itu tak luput dari pantauan kalangan penggemar sepak bola tanah air dan netizen Indonesia. Tak sedikit dari mereka yang memberikan dukungan penuh kepada pemain keturunan yang saat ini berseragam Viking FK itu.
"Iya ini harus dicontoh sebagai sepakbola Indonesia kita harus punya mimpi untuk bisa masuk kepiala dunia harus meningkatkan kualitas pemain kita untuk terbang keseluruhan eropa," ungkap salah seorang netizen.
"Kalau masi di pegang coach sty ampe 5thn kedepan sy rasa bukan hal yg mustahil karna timnas akan semakin padu dengan filosofinya," kata netizen yang lain.
"Kalo Masih STY pelatihnya Progres dia berjalan lancar bukan tidak mungkin 2026 dengan Format baru piala Dunia Indonesia bisa Lolos," sambung netizen lainnya.
Baca Juga: Rekomendasi Naturalisasi Shayne Pattynama Disetujui Komisi III DPR RI
"Terakhir kali indonesia main di piala dunia saat pemain lokal dan belanda bergabung dlm satu tim," ujar netizen satunya.
"Dulu waktu 1938 menurut artikel yang saya baca ada perpaduan 70 persen pribumi dan 30 persen kompeni atau tentara Belanda mungkin kita bisa mengulang sejarah tersebut jika ada pemain keturunan Indonesia yang berlaga di tim besar Eropa yang mau gabung ke timnas dan di tambah pemain lokal yang aboard ke Eropa atau liga top asia," sambung netizen lain.
Kontributor : Moh. Afaf El Kurnia
Berita Terkait
-
Timnas Indonesia U-17 Punya Potensi Dahsyat Usai Taklukkan Korea Selatan
-
Hasil Liga Thailand: Bangkok United Menang Berkat Aksi Pratama Arhan
-
Bali United Incar 4 Pemain Timnas Indonesia yang Segera Habis Kontrak di Klub Luar Negeri
-
KICK OFF Sesaat Lagi: Oxford United vs Sheffield United, Ole Romeny Starter!
-
Piala Asia U-17: Timnas Indonesia Kembali Gendong Marwah Persepakbolaan Asia Tenggara
Terpopuler
- Dedi Mulyadi Sebut Masjid Al Jabbar Dibangun dari Dana Pinjaman, Kini Jadi Perdebatan Publik
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Yamaha NMAX Kalah Ganteng, Mesin Lebih Beringas: Intip Pesona Skuter Premium dari Aprilia
- JakOne Mobile Bank DKI Bermasalah, PSI: Gangguan Ini Menimbulkan Tanda Tanya
Pilihan
-
Hasil Liga Thailand: Bangkok United Menang Berkat Aksi Pratama Arhan
-
Prediksi Madura United vs Persija Jakarta: Jaminan Duel Panas Usai Lebaran!
-
Persib Bandung Menuju Back to Back Juara BRI Liga 1, Ini Jadwal Lengkap di Bulan April
-
Bocoran dari FC Dallas, Maarten Paes Bisa Tampil Lawan China
-
Almere City Surati Pemain untuk Perpanjang Kontrak, Thom Haye Tak Masuk!
Terkini
-
Tanggapi Langkah Tarif Trump, Wali Kota Jogja: Kuatkan Produk Lokal!
-
Masa WFA ASN Diperpanjang, Pemkot Jogja Pastikan Tak Ganggu Pelayanan Masyarakat
-
Kurangi Kendaraan Pribadi Saat Arus Balik, Menhub Lepas 22 Bus Pemudik di Giwangan
-
Puncak Arus Balik H+3 dan H+4, 350 Ribu Kendaraan Tinggalkan DIY
-
Gunung Merapi Masih Luncuran Ratusan Lava, Simak Aktivitas Terkini Sepekan Terakhir