Scroll untuk membaca artikel
Galih Priatmojo
Selasa, 13 Desember 2022 | 10:57 WIB
Kondisi Pasar Malam di Jalan Margo Utomo, Senin (12/12/2022) malam. [Kontributor/Putu Ayu Palupi]

"Terkait tindakan selanjutnya ini baru akan kami koordinasikan,” paparnya.

Secara terpisah penyelenggara Pasar Malam TJE Widihasto mengungkapkan panitia sebenarnya mengupayakan perizinan acara tersebut. Diantaranya menghadap ke Pj Walikota Jogja dengan memaparkan rencana pasar malam tersebut.

"Kami pada hari berikutnya ia sudah bersurat ke pemkot jogja untuk difasilitasi rapat koordinasi teknis. Akan tetapi saat itu Pemkot tidak memfasilitasi sehingga panitia menggelar rakor dan hanya dihadiri Koramil Jetis serta Ketua RW sekitar," jelasnya.

Hasto menambahkan, pada 5 Desember 2022 lalu dia mengajukan rekomendasi kegiatan ke UPT Pengelola Cagar Budaya. Namun hingga 8 Desember 2022 mereka belum ada respons dari Pemkot Jogja. 

Baca Juga: Nagita Slavina Pakai Sandal Karet Rp13 Juta, Di Pasar Malam Cuma Rp50 Ribu?

"Pada 7 Desember 2022 Jam 7 malam datang surat dianter ke venue yang isinya surat jawaban yang melampirkan surat dari UPT Pengelola Sumbu Filosofi yang tidak merekomendasi kegiatan TJE karena ada sejumlah potensi antara lain timbulnya kemacetan karena minimnya lahan parkir dan berpotensi mengancam cagar budaya Hotel Tugu,” paparnya.

Hasto menilai tidak keluarnya izin tersebut dilakukan  sepihak. Sebab panitia tidak pernah dimintai keterangan terkait  pasar malam tersebut.

Terkait tudingan menimbulkan kemacetan, Hasto mengklaim kawasan Malioboro saat liburan selalu terjadi kemacetan. Hasto tak menyebut parkir sembarangan di kawasan tersebut jadi salah satu pemicunya.

“Dan kalau dianggap mengancam bangunan cagar budaya Hotel Tugu, ini juga kekhawatiran tanpa dasar karena event kami tidak masuk ke area tersebut," imbuhnya.

Kontributor : Putu Ayu Palupi

Baca Juga: Fuji Pakai Cincin Murah Rp20 Ribuan, Lucu Kayak Mainan Beli di Pasar Malam

Load More