SuaraJogja.id - Series Kupu Malam yang dibintangi Michelle Ziudith, Kenny Austin, hingga Lukman Sardi berhasil menjadi series yang menyedot perhatian publik. Cerita yang disajikan dinilai menarik dan mampu membawa para penonton menikmati setiap alurnya.
Series Kupu Malam yang tayang di WeTV ini mengisahkan Laura (Michelle Ziudith) seorang mahasiswa pintar dan cantik terpaksa bekerja menjadi PSK karena kebutuhan dan keadaan yang dihadapi.
Kisah mengenai kehidupan pekerja seks komersial hingga hubungan terlarang nyatanya mampu disajikan dalam sebuah cerita dengan alur dan plot yang apik. Bagaimanapun, setiap cerita pasti memiliki pesan yang ingin disampaikan sang penulis.
Begitu pun dengan salah satu novel karya Honey Dee. Salah satu penulis tanah air pengikut hingga lebih dari 11 ribu di Instagram ini mengeluarkan karya terbarunya yang tayang di platform baca dan menulis digital Cabaca, yakni novel bertajuk Cerita Kutang.
Dalam karyanya tersebut Honey Dee menjelaskan bahwa sekalipun bergenre romance, novel ini diharapkan bisa membuka mata pembaca mengenai politik, kesehatan mental, parenting, dan arti cinta itu sendiri.
Cerita Kutang mengisahkan seorang gadis muda yang memiliki hubungan khusus dengan seorang pengusaha kaya raya. Sekalipun pengusaha itu jauh lebih tua, dia bisa memberikan kehangatan cinta dan kasih sayang yang tidak pernah didapatkan gadis ini dari orang lain. Demi membalas semua kebaikan yang sudah ia dapat, gadis itu berusaha menampilkan yang terbaik dari tubuhnya dan mencari kutang yang paling cantik untuk gadunnya.
Sayangnya, suatu hari gadun itu menghilang dan ia yakini menjadi korban kejahatan. Gadis ini berusaha mencari informasi dan saat inilah si gadis baru sadar kalau dia tidak tahu apa pun tentang laki-laki itu dan dunianya yang mengerikan.
Honey Dee juga menjelaskan perbedaan novel terbarunya dengan karya-karyanya yang lain.
"Cerita ini menggunakan POV kedua. Hal ini menjadi pengalaman pertama bagi saya membuat novel dengan POV kedua. Pengalaman yang sangat menyenangkan sebenarnya walau butuh usaha yang lebih untuk berkonsentrasi dalam penulisannya," ujar Honey Dee, Senin (9/1/2023), dikutip dari siaran pers.
Baca Juga: Mau ke Yogyakarta dari Klaten, Pasangan Ini Malah ke Solo karena Si Cewek Salah Baca Peta
Tidak hanya itu, Lintang Filia editor novel Cerita Kutang menjelaskan, jika hanya melihat dari judul dan sampulnya, hal yang terpikir pasti adalah cerita romansa berbalut adegan dewasa. Padahal, ungkapan jangan menilai buku dari sampulnya sangat berlaku pada karya ini.
Berbeda dari tiga karya sebelumnya di Cabaca, kali ini Honey Dee menempatkan pembaca sebagai Adriana, si tokoh utama yang berusaha mencari kutang terbaik untuk mempertahankan cintanya. Honey Dee menggunakan teknik bercerita yang jarang dipakai penulis, yaitu sudut pandang orang kedua. Kita semua adalah Adriana yang mengalami pelecehan seksual, berkenalan dengan pria 30 tahun lebih tua, menjadi simpanan, dan segala perjalanan rumit mencari kebahagiaan di hidupnya.
"Honey Dee selalu menempelkan berbagai pelajaran kehidupan di setiap karyanya. Begitu pula Cerita Kutang ini yang tidak hanya menjadi bacaan hiburan. Tetapi menjadikan pembaca merasakan pengalaman sebagai seorang tokoh novel," ucap Lintang Filia.
Lebih dari sekadar cerita romansa yang dibalut dengan berbagai adegan dewasa dan segala peliknya keadaan yang dihadapi oleh tokoh utama, cerita-cerita ini dapat menjadi media yang mampu memberikan gambaran hingga pesan mengenai kehidupan. Kita dapat mengambil sisi positifnya dan menjadikannya sebagai sebuah pelajaran.
Sementara itu, Fatimah Azzahrah, Co-Founder Cabaca mengatakan, "Kebanyakan orang mengira, cerita romansa itu ya cerita yang berbunga-bunga, yang bikin senyum seharian. Ternyata gak semua orang seberuntung itu. Banyak juga yang menemukan cinta dari bagian terkelam dalam hidupnya."
Fatimah Azzahrah menambahkan, justru dari situ kadang-kadang orang jadi lebih menghargai cinta itu sendiri dan sanggup memaknainya secara mendalam.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
DPRD DIY Murka! Dana Desa Dipangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Terancam
-
Disnaker Sleman Buka Posko THR, Pengusaha Diminta Patuhi Kewajiban
-
Kronologi dan Tuntutan Aksi Demo Mencekam di Polda DIY: Soroti Kekerasan Oknum Aparat!
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Waktu Buka Puasa di Jogja Hari Ini 24 Feb 2026: Cek Jadwal Magrib dan Doa Lengkap!