SuaraJogja.id - Tiga orang harus harus berurusan dengan polisi setelah terlibat dalam perusakan di SMA Bopkri 1 Yogyakarta atau SMA Bosa beberapa waktu lalu. Selain perusakan, tiga orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka itu juga ditangkap akibat melakukan pengeroyokan kepada dua satpam sekolah tersebut.
Wadir Reskrimum Polda DIY AKBP K Tri Panungko menuturkan peristiwa itu terjadi pada 24 Desember 2022 pukul 05.00 WIB kemarin. Kasus ini berawal dari salah paham antara satu pelaku dengan orang yang mengaku bersekolah di Bosa.
Ketiga tersangka itu adalah JB (23) asal Bantul, AI (20) asal Bantul, JF (16) asal Kota Yogyakarta. Kronologis awal dimulai ketika JB yang sendirian hendak mencari makan dengan menggunakan kendaraan roda dua subuh itu.
Kemudian dari perjalanannya JB tertabrak oleh kendaraan motor lainnya. Kendaraan yang menabrak tersebut juga berhenti di dekat pelaku JB dan sempat berbincang.
Baca Juga: Terbongkar, Ini Motif Pencuri Bobol Rumah Jaksa KPK di Yogyakarta
"Dari situ terjadi percakapan yang intinya yang penabrak tadi menyampaikan bahwa dari SMA Bosa. Kemudian pelaku ini memukul dari salah satu penabrak tadi, lalu salah satu yang penabrak tadi pergi begitu saja," ujar Panungko kepada awak media di Mapolda DIY, Selasa (10/1/2023).
JB yang emosi saat itu pergi ke tempat tongkrongannya. Lantas ia mengajak beberapa temannya untuk mencari keberadaan orang yang tadi menabraknya.
"Namun dari salah satu saran pelaku yang lainnya mereka mendatangi SMA Bosa. Jadi di sini ada sedikit luapan emosi yang salah sasaran," terangnya.
JB dan beberapa temannya yang mendatangi SMA Bosa langsung meluapkan emosinya dengan melakukan perusakan sejumlah sarana dan prasaran sekolah. Selain itu dua satpam yang tengah berjaga di sana turut menjadi sasaran penganiayaan.
Disampaikan Panungko, pihaknya bisa dengan cepat mengidentifikasi para pelaku dari rekaman CCTV yang ada di lokasi di SMA Bosa. Tak lama, para pelaku pun dapat diamankan.
Baca Juga: Gempa Terasa hingga Yogyakarta Selasa Malam Berpusat di Laut Sebelah Tenggara Pacitan
"Pada awalnya kita mengamankan 4 orang pelaku, 2 dewasa 2 anak-anak. Namun dari hasil interogasi pemeriksaan kita bahwa 1 orang yang kita amankan tidak melakukan pengeroyokan maupun perusakan di lokasi," ungkapnya.
Berita Terkait
-
Cek Fakta: Video Rumah Makan Dirusak karena Buka di Siang Hari saat Ramadan
-
Viral! Warga Sweeping Warung Saat Ramadan, Netizen Geram dengan Aksi Perusakan
-
Nekat Rusak Fasilitas Umum saat Aksi Indonesia Gelap di Jakarta, Pria Ini Nekat Bawa Kabur CCTV
-
Viral Ngamuk Rusak Pagar Rumah, Seorang Kakek di Tambora Jakbar Dilaporkan ke Polisi
-
Biodata Irenne Ghea: Penyanyi Dangdut Jadi Korban Perusakan Mobil di Nganjuk
Terpopuler
- Menguak Sisi Gelap Mobil Listrik: Pembelajaran Penting dari Tragedi Ioniq 5 N di Tol JORR
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Dibanderol Setara Yamaha NMAX Turbo, Motor Adventure Suzuki Ini Siap Temani Petualangan
- Daftar Lengkap HP Xiaomi yang Memenuhi Syarat Dapat HyperOS 3 Android 16
- Xiaomi 15 Ultra Bawa Performa Jempolan dan Kamera Leica, Segini Harga Jual di Indonesia
Pilihan
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
-
Nilai Tukar Rupiah Terjun Bebas! Trump Beri 'Pukulan' Tarif 32 Persen ke Indonesia
-
Harga Emas Antam Lompat Tinggi di Libur Lebaran Jadi Rp1.836.000/Gram
-
7 Rekomendasi HP 5G Murah Terupdate April 2025, Mulai Rp 2 Jutaan
-
Donald Trump Resmi Umumkan Tarif Baru, Ekonomi Indonesia Terancam Kena Dampak!
Terkini
-
Libur Lebaran di Gembira Loka, Target 10 Ribu Pengunjung Sehari, Ini Tips Amannya
-
Arus Lalin di Simpang Stadion Kridosono Tak Macet, APILL Portable Belum Difungsikan Optimal
-
Kunjungan Wisatawan saat Libur Lebaran di Gunungkidul Menurun, Dispar Ungkap Sebabnya
-
H+2 Lebaran, Pergerakan Manusia ke Yogyakarta Masih Tinggi
-
Exit Tol Tamanmartani Tidak Lagi untuk Arus Balik, Pengaturan Dikembalikan Seperti Mudik