SuaraJogja.id - Sebanyak delapan kelurahan di Kota Yogyakarta ditunjuk untuk dijadikan contoh program pengendlian terpadu HIV-AIDS. Program ini sekaligus sebagai salah satu upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja untuk mengejar target 3 zero di tahun 2030.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Emma Rahmi Aryani mengatakan delapan kelurahan yang menjadi percontohan itu adalah Kelurahan Sosromenduran, Pringgokusuman, Giwangan, Warungboto, Kricak, Bener, Suryodiningratan, dan Gedongkiwo. Nantinya program ini akan berlangsung selama tiga tahun ke depan.
"Pelaksanaan program ini sudah berlangsung sejak bulan JuIi 2022 hingga di bulan Juni 2025," kata Emma, Sabtu (28/1/2023).
Untuk sasaran sendiri, disampaikan Emma, nantinya akan menggandeng 16 Kelompok yang fokus dalam persoalan ini. Di antaranya Warga Peduli AIDS (WPA) di desa atau kelurahan, lima Kelompok Dukungan Sebaya (KDS), siswa SMA, mahasiswa, ibu rumah tangga serta pekerja seks di wilayah intervensi.
Baca Juga: Kasus Campak Masih Ditemukan, Dinkes Kota Jogja Dorong Orang Tua Penuhi Imunisasi Anak
Tidak hanya program kelurahan percontohan pengendlian terpadu HIV-AIDS saja yang akan dilaksanakan. Dinas Kesehatan Kota Jogja juga telah menyediakan pemeriksaan HIV dan AIDS di beberapa fasilitas kesehatan.
Layanan itu tersebar di Puskesmas Gedongtengen, Puskesmas Tegalrejo, Puskesmas Mantrijeron, Puskesmas Umbulharjo 1, Puskesmas Pakualaman, Puskesmas Mergangsan, RS Bethesda, RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta, RS Panti Rapih, RSUD Kota Yogyakarta, RS Pratama, dan RS DKT Dr.Soetarto.
Emma berharap dengan ketersediaan tempat pemeriksaan HIV dan AIDS itu dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat. Agar ke depan pencegahan penyakit dapat tertangani dengan baik.
"HIV dan AIDS masih menjadi tantangan tersendiri di Indonesia, terutama untuk mencapai 3 Zero di tahun 2030 yaitu eliminasi infeksi baru HIV, eliminasi kematian karena AIDS, serta eliminasi diskriminasi terhadap ODHIV," paparnya.
Secara kasus sendiri, Emma mengungkapkan di Kota Yogyakarta dari tahun 2004 hingga bulan September 2022, jumlah total kasus HIV mencapai 1.492 kasus sementara untuk kasus AIDS adalah 309.
Baca Juga: Polisi Dalami Dugaan Percobaan Penculikan di Kota Jogja, Patroli Ditingkatkan
"Kalau untuk jumlah kasus baru untuk HIV tahun 2022 adalah 71 kasus dan AIDS lima kasus," ucapnya.
Berita Terkait
-
Pasar Literasi Jogja 2025: Memupuk Literasi, Menyemai Budaya Membaca
-
7 Kampung Ngabuburit Populer di Jogja yang Harus Kamu Datangi di Akhir Pekan Ramadan
-
Terbaru! Daftar Harga Tiket Bus Jakarta-Jogja Lebaran 2025 Mulai Rp180 Ribuan
-
Dituduh Sastra Silalahi Kalah Judi Bola, Sosok Franky Kessek Bukan Fans Timnas Sembarangan
-
Daftar Lokasi Penitipan Kendaraan di Jogja Saat Mudik Lebaran 2025, Dijamin Aman
Terpopuler
- Dedi Mulyadi Sebut Masjid Al Jabbar Dibangun dari Dana Pinjaman, Kini Jadi Perdebatan Publik
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- Yamaha NMAX Kalah Ganteng, Mesin Lebih Beringas: Intip Pesona Skuter Premium dari Aprilia
- JakOne Mobile Bank DKI Bermasalah, PSI: Gangguan Ini Menimbulkan Tanda Tanya
Pilihan
-
Laptop, Dompet, Jaket... Semua 'Pulang'! Kisah Manis Stasiun Gambir Saat Arus Balik Lebaran
-
4 Rekomendasi HP Murah Rp 2 Jutaan Lancar Main Free Fire, Terbaik April 2025
-
9 Rekomendasi HP Murah Rp 2 Jutaan Lancar Main Game, Terbaik April 2025
-
Seharga Yamaha XMAX, Punya Desain Jet: Intip Kecanggihan Motor Listrik Masa Depan Ini
-
Demi Jay Idzes Merapat ke Bologna, Legenda Italia Turun Gunung
Terkini
-
Kurangi Kendaraan Pribadi Saat Arus Balik, Menhub Lepas 22 Bus Pemudik di Giwangan
-
Puncak Arus Balik H+3 dan H+4, 350 Ribu Kendaraan Tinggalkan DIY
-
Gunung Merapi Masih Luncuran Ratusan Lava, Simak Aktivitas Terkini Sepekan Terakhir
-
Tren Kunjungan Meningkat, Jip Wisata Lereng Merapi Masih Jadi Alternatif Liburan saat Lebaran 2025
-
Harga Kebutuhan Pokok di Kota Yogyakarta Seusai Lebaran Terpantau Stabil