SuaraJogja.id - Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (disdikpora) Didik Wardaya meminta dinas pendidikan di kabupaten/kota menggencarkan kembali program Satu Sekolah Dua Polisi. Program tersebut dilaksanakan untuk mengantisipasi maraknya dugaan penculikan anak di DIY.
Sebut saja dalam dugaan aksi penculikan anak di Sleman dan Kota Yogyakarta. Dalam lewat pesan WhatsApp pada Selasa (31/01/2023) kemarin disebutkan 3 siswa SDN Tajem, Maguwoharjo, Depok, nyaris menjadi korban penculikan saat bermain. Kejadian hampir serupa terjadi di Sayegan dan Mantrijeron beberapa hari terakhir.
"Polisi sekolah, itu kan sudah kita jalankan satu sekolah dua polisi. Salah satunya membantu itu tadi dan keamanan sekolah itu masih jalan [ditingkatkan]," papar Didik di DPRD DIY, Rabu (01/02/2023).
Menurut Didik, program Satu Sekolah Dua Polisi sudah diluncurkan sejak 2012 lalu. Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan sekolah dalam menjaga peserta didiknya.
Didik juga meminta Dinas pendidikan (disdik) di kabupaten/kota untuk memperketat pengawasan sekolah-sekolah di masing-masing wilayah. Kepala Disdik di kabupaten/kota pun diperbolehkan membuat Surat Edaran (SE) ke sekolah yang berisi himbauan peningkatan kewaspadaan dan keamanan serta kenyamanan di lingkungan sekolah.
"Sekolah perlu diminta menyiapkan petugas [untuk] bisa melakukan pemantauan di sekolah. Entah guru atau siapa ikut mengawasi siswa di waktu pulang sekolah sehingga mereka bisa mengenali siapa yang biasa menjemput siswa," paparnya.
Walaupun saat ini belum ada laporan terjadinya kasus penculikan anak di DIY, lanjut Didik, peningkatan kewaspadaan sekolah sangat penting dilakukan. Apalagi Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) sudah digelar secara luring atau tatap muka sepenuhnya di sekolah.
Kewaspadaan di sekolah tingkat Playgroup, Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD) dan SMP menjadi sangat penting. Sebab banyak diantara mereka yang belum memahami pentingnya keselamatan diri.
"Kalau [siswa] sma kan sudah besar ya, mereka juga [ke sekolah] ada yang bawa motor sendiri. Kalau yang kecil kan perlu dijemput, nah ini bagaimana mekanisme kita tingkatkan [untuk melindungi]," imbuhnya.
Baca Juga: Cek Fakta: Video Penculikan Anak di Wisma Asri Bekasi, Korban Dimasukkan ke Dalam Karung, Benarkah?
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Berita Terkait
-
Kasus Penculikan Anak SD di Kabupaten Solok Juga Rekayasa, Orang Tuanya Minta Maaf
-
Cegah Penculikan Anak, Disdik Padang Wajibkan Sekolah Punya Tenaga Sekuriti
-
Cek Fakta: Video Penculikan Anak di Wisma Asri Bekasi, Korban Dimasukkan ke Dalam Karung, Benarkah?
-
Cek Fakta: Isu Penculikan Anak di Purbalingga Fakta atau Hoaks? Ini Penjelasan Kapolres
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Bedah Buku 'Muslim Ahmadiyah dan Indonesia' di UKDW Yogyakarta: Bukti Resiliensi dan Cinta Tanah Air
-
Penjualan Hewan Kurban di Sleman Lesu, Pedagang Keluhkan Penurunan Omzet
-
Petani Jogja Makin Terjepit! Biaya Angkut dan Karung Mahal Gegara BBM Naik, Kesejahteraan Merosot
-
Diduga Keracunan Makanan Pamitan Haji, 43 Warga Sleman Alami Diare dan Demam
-
Menyambut Derby DIY di Super League Musim Depan, Bupati Sleman: Hilangkan Rivalitas Tidak Sehat