Galih Priatmojo
Kamis, 02 Februari 2023 | 17:24 WIB
Delegasi ATF menikmati pentas di Stipram Yogyakarta dalam rangkaian pre-tour, Kamis (02/02/2023). [Kontributor/Putu Ayu Palupi]

SuaraJogja.id - Rangkaian perhelatan Asean Tourism Forum (ATF) 2023 dimulai Kamis (2/2/2023). Sebelum mengikuti forum selama tiga hari kedepan, ratusan delegasi dari ASEAN mendapatkan kesempatan ikut pretour dan menikmati keindahan seni serta kuliner tradisional Nusantara.

Salah satunya di Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo (Stipram) Yogyakarta. Berangkat dari Jogja Expo Center (JEC), para tamu negara disambut para penari yang menampilkan Sendratari Ramayana.

Pentas tari Bandung Bondowoso yang meminang Roro Jonggrang dengan syarat 1.000 candi ditampilkan secara megah. Dilanjutkan tarian Reog Ponorogo dari puluhan penari. Sembari menonton, mereka menikmati beragam kuliner Nusantara.

"Kami munculkan tradisional culture dan food. Satu jam buyer dan delegasi ke sini bisa menikmati secara utuh. Ada makanan khas jogja, jawa Barat dan jawa timur dipadukan dengan pertunjukkan Reog Ponorogo. Kami juga munculkan episode Ramayana dengan simbol Prambanan Temple yang kami bawa ke kampus ini," papar Ketua Stipram Yogyakarta, Suhendroyono disela acara.

Menurut Suhendroyono, kuliner yang dipadukan pertunjukkan kesenian daerah menjadi suguhan menarik bagi delegasi yang hadir. Bahkan menjadi salah satu promosi yang efektif untuk mengenalkan pariwisata Indonesia kepada negara-negara tetangga.

Para delegasi dan tamu ATF sengaja disanyikan kuliner tradisional dalam kesempatan kali ini. Mereka menikmati sayur dan lalapan khas Jawa Barat, Tengkleng dari Yogyakarta dan menu Kambing Guling yang tenar di Jawa Timur. Sajian menu vegetarian tak ketinggalan disuguhkan bagi delegasi.

"Di waktu yang singkat, kami berusaha menyajikan makanan khas nusantara yang sangat luar biasa. Kami membawa misi juga agar pendidikan pariwisata menjadi perhatian insan pariwisata di asean karena sangat menjanjikan dan potensial," jelasnya.

Selain Stipram, pada sesi pretour yang digelar bersamaan pada Kamis (2/2/2023), delegasi juga bisa mengunjungi Museum Ullen Sentalu, Merapi Farma Herbal, Hotel The Manohara, Sekar Kedhaton Restaurant, Kota Gede, Masjid Gedhe Mataram, Heha Skyview dan rute JEC, Lime Restaurant, Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Sonobudoyo Museum dan Jalan Malioboro.

Secara terpisah Plh Direktur Utama Badan Otorita Borobudur (BOB) Bisma Jatmika mengungkapkan  pre-tour bagi delegasi ATF 2023 senada dengan rumus 3G yang digagas oleh Kemenparekraf Sandiaga Uno beberapa waktu lalu. Rumus ini cocok bagi industri pariwisata, yaitu Gercep (Gerak Cepat), Geber (Gerak Bersama), dan Gaspol (Garap Semua Potensi untuk Bertahan).

Baca Juga: Keketuaan Indonesia mengangkat tema ASEAN Matters: Epicentrum of Growth

Dalam pelaksanaan rumus 3G, perlu sinergitas pentahelix. Dalam hal ini melibatkan Pemerintah Daerah, akademisi, jasa akomodasi dan objek wisata. Maka dalam paket pre-tour ini melibatkan unsur yang masuk dalam pentahelix tersebut.

"Tujuan pre-tour memperkenalkan para buyer-buyer internasional dan nasional tentang destinasi, kuliner, budaya, ekonomi kreatif wilayah Yogyakarta," paparnya.

Paket pre-tour terbagi menjadi tiga tema. Pertama, bertajuk Heritage Tour of Yogyakarta atau Tour Sejarah Kota Yogyakarta, para delegasi diajak mengunjungi beberapa lokasi.

Peserta diberi pengetahuan tentang beberapa site yang unik dan bersejarah. Diantaranya bangunan bergaya Jawa yang masih dilestarikan hingga sekarang. Peserta juga akan diajak ke pasar pasar rakyat dengan beberapa product unik dan dilanjutkan ke lokasi ekonomi kreatif.

Mereka juga diajak ke Masjid Gedhe Mataram dengan arsitektur model Hindu namun digunakan untuk ibadah umat Islam. Sebagian delegasi lain diajak ke Keraton Yogyakarta, tempat tinggal Raja Ngayogyakarta Hadiningrat beserta keluarga. Dilanjutkan dengan tour ke Museum Sonobudoyo yang merupakan museum dengan peninggalan artefak terlengkap.

"Terakhir, para peserta akan diajak ke Jalan Malioboro yang authentic," paparnya.

Load More