"Tapi sekali lagi, itu yang dikeluhan ini [statusnya] adalah jalan provinsi, bukan kabupaten," tuturnya.
Menurutnya, kecelakaan lalu lintas yang terjadi di area itu dikarenakan pengendara menghindari lubang jalan. Terlebih bila musim hujan datang dan muncul genangan, jalur jalan yang banyak kerusakan menjadi tidak terlihat jelas.
Ia juga pernah menjadi salah satu korban dari jalan rusak tersebut.
"Saya terakhir antar anak Bligo, Magelang, Jawa Tengah, ke rumahnya, jatuh," kata dia.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman Sleman, Taupiq Wahyudi menjelaskan, pihak tol belum bisa menambal jalan dengan permanen di ruas jalan yang rusak ini. Sejauh ini, solusi yang dilakukan baru 'tambal sulam'.
"Coba nanti saya cek lagi. Kalau memang sangat mengganggu, nanti saya laporan kepada pihak tol lagi ," kata dia.
Kontributor : Uli Febriarni
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
-
Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Wishlist Steam Menumpuk? Ini 5 Cara Menyiasati Musim Diskon Besar
-
Sukses di Jogja, ZAP Fest 2026 Siap Sambangi 2 Kota Lain dengan Konsep Beauty, Music, dan Lifestyle
-
Simposium Khatulistiwa 2026 Refleksikan Etik Perawatan dalam Praktik Kuratorial Melalui Niti Rumat
-
Pembukaan Sawit Dicap Pemicu Karhutla, Lahan Terlantar Diklaim Justru Jadi Ancaman
-
Pungli Parkir Terus Berulang, Kabupaten/Kota Jogja Didesak Tak Sekadar Buat Aturan