SuaraJogja.id - Pemkab Sleman kembali menggelar pelatihan kewirausahaan mandiri untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Aula Kantor Bappeda Sleman pada hari Senin (19/6/2023).
Pelatihan kewirausahaan mandiri UMKM ini melibatkan 75 UMKM di Sleman yang telah melewati proses seleksi dan bermitra dengan ritel modern di bawah naungan PT Indomarco Prismatama. Acara ini dibuka oleh Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo.
Kustini Sri Purnomo menyatakan bahwa jumlah UMKM di Sleman terus meningkat setiap tahun. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengembangan UMKM dalam hal kualitas dan pemasaran, salah satunya melalui kemitraan dengan ritel modern.
"Jumlah UMKM terus meningkat. Terlebih lagi, teknologi saat ini berkembang pesat, sehingga para pelaku UMKM harus terus mengembangkan produk mereka dan menjadi kreatif dalam pemasaran," ujar dia.
Menurutnya, pelatihan kewirausahaan ini merupakan salah satu upaya Pemkab Sleman untuk mendukung pelaku UMKM dalam mengembangkan produknya.
"Pemkab Sleman melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman terus mendorong peningkatan UMKM Sleman agar naik kelas sehingga menghasilkan produk yang dapat bersaing," kata Kustini.
Salah satu pelaku UMKM dari Sleman yang telah menjual produk mereka di Indomaret adalah Parini Wihastuti. Pendiri sekaligus pemilik usaha Wedang Uwuh Djewery itu saat ini sudah memasarkan produknya di lebihd ari 80 cabang Indomaret di Sleman.
“Alhamdulillah, sekarang Wedang Uwuh Djewery sudah tersedia di 88 cabang Indomaret di Sleman Barat,” ucap Rini kepada Suara.com beberapa saat lalu.
Ia jadi satu dari sekian pelaku UMKM dari Sleman yang lolos kurasi dari Pemkab Sleman pada tahun 2022 lalu. Ia mengaku bersyukur karena produknya bisa menembus dan dipasarkan melalui retail modern seperti Indomaret.
Tidak hanya Indomaret, dengan dukungan pemerintah setempat, pengusaha yang menjadi salah satu peserta dari program BRIncubator pada tahun 2021 lalu itu juga memasarkan produk wedang uwuh di 45 pusat oleh-oleh di seluruh kawasan pariwisata di Provinsi DI Yogyakarta.
Minat wedang uwuh memang sempat meningkat drastis selama Pandemi COVID-19 lalu. Musibah tersebut, kata Rini, justru menjadi salah satu momen dengan keuntungan terbesar yang ia terima. Saat ini, omzet Wedang Uwuh Djewei sudah menembus Rp17 juta dalam sebulan.
Secara terpisah, Branch Manager PT Indomarco Prismatama, Royanto Budi mengatakan, kemitraan PT Indomarco bersama UMKM Sleman sudah dilakukan sejak 2019 silam.
Royanto menjelaskan bahwa dalam pelatihan kewirausahaan ini, mitra UMKM akan diberikan pengetahuan tentang strategi pengikatan kualitas produk.
"Selain itu, dalam acara ini juga disediakan bantuan bagi UMKM Sleman berupa dua unit gerobak UMKM melalui undian, serta bantuan 75 sealer," ujarnya lagi.
Berita Terkait
-
Hadir di KIE 2023, Pertamina Wadahi UMKM Binaan Perluas Pasar Dalam Negeri
-
Geliat UMKM Bengkel Binaan Yayasan AHM, Pendapatan Meroket hingga Karyawan Bertambah
-
Gelar Pelatihan Digital Marketing, GMP Disambut Positif Pelaku UMKM di Cianjur
-
Gandeng UMKM Lokal Lewat Pelatihan Pembuatan Buket Makanan Ringan di Pekanbaru
-
Ratusan Produk UMKM Terjual di Bazar Pikataka, Relawan SandiUno Makassar Juga Berikan Gerobak Gratis Bagi Wirausaha Muda
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Dompet Penarik Rejeki Warna Apa? Ini Pilihan agar Kamu Beruntung sesuai Shio dan Feng Shui
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Rupiah Melemah, Biaya Produksi Pertanian di Jogja Naik, Pemda DIY Siapkan Pemetaan Dampak ke Petani
-
Jogja Darurat Pendidikan: 5.023 Anak Putus Sekolah, Nasib Guru Honorer di Ujung Tanduk
-
Rupiah Tembus Rp17.600, Aisyiyah: Pernyataan Prabowo 'Desa Tak Butuh Dolar' Cederai Rakyat
-
Polisi Sebut Kasus Tewasnya Pelajar di Kawasan Kridosono Bukan Klitih, Tapi Perselisihan Antar Geng?
-
Update Kasus Daycare Little Aresha, Polresta Jogja Siapkan Pelimpahan 13 Tersangka ke Kejaksaan